Friday, October 9, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Krisis Air Bersih di Lamongan, BPBD Salurkan 1,6 Juta Liter ke 34 Desa

LAMONGAN, RONGGOHADI – Kekeringan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan. Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus melakukan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Sepanjang periode 28 Juli hingga 1 Oktober 2026, total 1.618.000 liter air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekurangan air. Bantuan tersebut menjangkau 13 kecamatan, 34 desa dan 52 dusun.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan distribusi air bersih berasal dari sejumlah sumber pendanaan, yakni APBD Kabupaten Lamongan, APBD Provinsi Jawa Timur, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).

APBD Lamongan Salurkan 828 Ribu Liter

Sugeng menyebutkan, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Lamongan mencapai 828.000 liter air bersih.

“Bantuan ini menjangkau 13 kecamatan, 34 desa dan 52 dusun,” kata Sugeng kepada detikJatim, Selasa (6/10/2026).

Sementara itu, bantuan dari APBD Provinsi Jawa Timur mencapai 630.000 liter. Distribusi tersebut menyasar 10 kecamatan, 23 desa dan 50 dusun, dengan jumlah penerima mencapai 7.201 kepala keluarga (KK).

Dukungan penanganan kekeringan juga datang melalui CSR. Sebanyak 160.000 liter air bersih didistribusikan ke tiga kecamatan, lima desa dan 10 dusun, dengan jumlah penerima sebanyak 1.478 KK.

“Jika dijumlahkan berdasarkan sumber bantuan, distribusi air bersih mencapai 1,618 juta liter dengan cakupan wilayah yang cukup luas,” ungkapnya.

Warga Diminta Segera Melapor

Di tengah kondisi kekeringan yang masih terjadi, BPBD Lamongan meminta masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih untuk segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas.

Pengaduan dapat disampaikan melalui kanal darurat BPBD Lamongan di nomor 0811-326-296.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan. Jika memang masih terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles