LAMONGAN, RONGGOHADI – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditargetkan menyerap 30 hingga 35 tenaga kerja dari wilayah setempat dan sekitarnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, fasilitas berkapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“TPST ini tidak hanya untuk mengurangi beban sampah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan teknologi modern, sampah yang masuk akan langsung dipilah untuk selanjutnya diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna,” katanya saat meninjau pembangunan TPST Dadapan, Rabu.
Ia menjelaskan, TPST Dadapan dirancang menghasilkan refuse-derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif dari sampah, serta material daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, pembangunan TPST Dadapan masih berlangsung dengan progres sekitar 35 persen. Fasilitas tersebut direncanakan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tempat penimbunan residu atau landfill.
TPST Dadapan dibangun di atas lahan seluas 2,88 hektare dengan kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari. Berdasarkan data pengadaan tahun anggaran 2026, proyek ini memiliki pagu anggaran Rp84,185 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain TPST Dadapan, Lamongan juga memiliki TPST Samtaku di Desa Tambakrigadung dengan kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Ali Mufti menekankan pentingnya dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pengolahan sampah. Menurutnya, fasilitas yang memadai dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah perlu didukung agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun peluang ekonomi,” ujarnya.
Dengan pembangunan TPST Dadapan, pengolahan sampah di Lamongan diharapkan semakin optimal. Selain mengurangi beban sampah, fasilitas ini juga diharapkan menghasilkan produk yang bernilai guna dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.(rm)



