Thursday, October 22, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Guru SMPN 2 Lamongan Diduga Lecehkan Siswa, Wali Murid Minta Korban Dilindungi

LAMONGAN, RONGGOHADI – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru perempuan di SMPN 2 Lamongan menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kontak fisik yang diduga tidak pantas terhadap sejumlah siswa laki-laki di lingkungan kelas.

Guru yang disebut menjabat sebagai wali kelas IX tersebut dikabarkan telah digantikan pada Senin malam (19/10/2026). Namun, hingga Selasa (20/10/2026), belum ada keterangan resmi mengenai alasan pergantian wali kelas maupun hasil penelusuran atas dugaan tersebut.

Informasi ini mencuat setelah salah satu orang tua siswa menceritakan kejadian yang dialami anaknya kepada orang lain. Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku khawatir terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami para siswa.

“Kalau kejadian pastinya kurang tahu, karena baru semalam kakak bercerita. Tadi malam wali kelasnya dikeluarkan dari grup kelas dan sudah digantikan oleh guru baru,” ungkap wali murid tersebut, Selasa (20/10/2026).

Menurut informasi yang diterimanya, dugaan kejadian tersebut baru disampaikan oleh salah satu siswa kepada kepala sekolah. Meski demikian, waktu dan kronologi peristiwa belum diketahui secara pasti.

Wali Murid Minta Dugaan Ditelusuri

Para wali murid berharap pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menelusuri informasi tersebut secara menyeluruh. Mereka juga meminta agar keselamatan, privasi, dan kondisi psikologis siswa yang diduga menjadi korban menjadi prioritas.

Penanganan yang hati-hati dinilai penting agar siswa merasa aman untuk menyampaikan informasi tanpa takut mendapat tekanan atau mengalami dampak lanjutan.

Kepala SMPN 2 Lamongan, Sujarno, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut. Ia menyebut sekolah belum menerima laporan dari wali murid hingga saat itu.

“Mohon waktu ya, karena saat ini sudah sore. Besok bisa datang ke sekolah untuk konfirmasi lebih lanjut,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi mengenai pergantian wali kelas maupun hasil pemeriksaan internal atas dugaan tersebut.

Disdik Lamongan Akan Berkoordinasi

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, H. Abdullah Taufiq, mengatakan akan mengomunikasikan informasi tersebut untuk memastikan apakah laporan sudah diterima oleh dinas.

“Segera saya komunikasikan, Mas, apakah sudah ada laporan yang masuk ke dinas, soalnya saya sebagai orang baru di dinas. Terima kasih informasinya,” ujar Taufiq melalui pesan singkat.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan internal, langkah perlindungan terhadap siswa yang diduga menjadi korban, maupun koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fakta dan kronologi kejadian. Seluruh pihak diharapkan mengedepankan perlindungan anak serta menjaga identitas dan privasi siswa selama proses klarifikasi berlangsung.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles