RONGGOHADI, LAMONGAN—Mimpi suci 20 jemaah untuk beribadah umrah ke Tanah Suci kini berubah menjadi drama hukum yang menyakitkan. Polres Lamongan telah berhasil membekuk FQ (34), sang pengurus keuangan dari biro perjalanan umrah fiktif, PT Tawwaabiin, yang bermarkas di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan.
Ipda Lizma Ramadhama, Kanit 4 Pidek Satreskrim Polres Lamongan, dengan tegas mengonfirmasi penahanan tersangka, Kamis (23/10/2025).
“Tersangka FQ yang menjabat sebagai pengurus keuangan di PT Tawwaabiin sudah kami tahan di Mapolres Lamongan,” ungkap Ipda Lizma.
Modus Maut: Diskon Jahanam di Facebook
Terungkap, FQ memanfaatkan platform media sosial (terutama Facebook) sebagai medan perburuan korban. Ia menawarkan promo umrah murah yang di luar nalar sehat: paket bervariasi antara Rp15 Juta hingga Rp20 Juta per jemaah. Harga ini jauh di bawah biaya umrah resmi, sebuah red flag yang sayangnya berhasil memikat 20 calon korban yang mendambakan perjalanan suci.
Setelah korban menyetorkan uang tunai, janji keberangkatan itu tak pernah terwujud. Dana yang seharusnya mengantar mereka ke Mekkah raib, meninggalkan kerugian besar dan kekecewaan mendalam. Kasus ini hanyalah puncak gunung es dari dugaan penipuan PT Tawwaabiin yang sebelumnya juga telah mencuat dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Barang Bukti Paling Mengharu Biru
Polisi tak hanya menyita kuitansi pembayaran dan buku tabungan yang menjadi bukti transaksi ilegal, tetapi juga mengamankan barang bukti yang secara emosional sangat menyentuh:
- 15 koper besar dan 15 koper kecil yang telah disiapkan para jemaah dengan penuh harap. Koper-koper ini menjadi simbol harapan yang hancur.
- 20 kuitansi pembayaran dari para korban.
- Brosur promo haji PT Tawwaabiin, bukti bahwa praktik penawaran murah ini sudah terstruktur.
Polres Lamongan, melalui Satreskrim, kini membuka posko pengaduan resmi untuk menjaring korban lain yang mungkin belum melapor. Masyarakat diminta segera menghubungi posko tersebut di nomor 081259089573 jika merasa dirugikan oleh biro perjalanan ini.
Kasus ini menjadi peringatan keras: selalu verifikasi izin travel umrah melalui Kemenag sebelum tergiur oleh Promo Umrah Fiktif Medsos. Jangan biarkan harga murah memadamkan impian ibadah Anda. (rm)



