RONGGOAHDI, LAMONGAN—Kecamatan Turi, Lamongan, membuktikan diri sebagai salah satu episentrum semangat Nahdlatul Ulama (NU) dalam perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. MWC NU Turi tidak sekadar menggelar Apel, tetapi menyajikan sebuah rangkaian kegiatan full power yang meriah dan sarat makna, menjemput tema besar: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Apel HSN yang digelar di Halaman Pendopo Kecamatan Turi pada Rabu (22/10/2025) pukul 07.00 WIB menjadi puncak kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh elemen penting: dari jajaran Forkopimcam (Camat Rahmat Hidayat, Kapolsek AKP Suroto, Danramil diwakili Peltu Kasminto), hingga seluruh jajaran MWC NU Turi, para Kiai, serta pengurus Badan Otonom (Banom) seperti Muslimat, Banser, Pagar Nusa, guru TPQ, Madin, dan seluruh Kepala Desa se-Turi.
Ketua Panitia MWC NU Turi, Bapak Mujib, dengan semangat menggebu, merinci marathon kegiatan yang membuat Turi bergelora:
- Pelatihan Banom Wanita (Muslimat & Fatayat): Dimulai sejak 14 Oktober, menunjukkan penguatan kapasitas internal NU Turi.
- Khotmil Qur’an Massal: Digelar pada 18 Oktober, sebagai fondasi spiritual dan keberkahan untuk seluruh rangkaian acara.
- Grand Opening Liga Santri: Diadakan oleh Ansor pada 25 Oktober, menandakan pentingnya sportivitas dan peran pemuda NU.
- Lomba MTQ IPNU-IPPNU: Mengasah kualitas akademik dan spiritual santri di setiap lembaga di Turi.
- Puncak Ukhuwah: Ishari Tiga Kecamatan!
Momen yang paling memukau dan ramai adalah kolaborasi Ishari (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) yang menyatukan jamaah dari tiga kecamatan sekaligus: Turi, Kalitengah, dan Karangbinangun pada malam 21 Oktober.

“Alhamdulillah pada malam itu sangat antusias, para jamaah Ishari sangat antusias,” kata Bapak Mujib, merefleksikan kuatnya jalinan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah yang terbangun lintas kecamatan.
Keberhasilan Apel dan seluruh rangkaian acara ini, yang berjalan tertib, aman, dan lancar, membuktikan bahwa sinergi antara ulama (NU), aparat pemerintah (Forkopimcam), dan seluruh masyarakat (santri, guru, Kades, Banom) di Turi sangatlah solid.
MWC NU Turi mengirimkan pesan yang jelas: Santri Lamongan tidak hanya mengawal kemerdekaan dengan sarung dan peci, tetapi juga siap berkontribusi penuh dan terorganisir, membawa nilai-nilai luhur Nusantara menuju pentas Peradaban Dunia yang berkeadaban. Harapan untuk tahun depan? “Lebih baik dan lebih maju!” tutupnya. (rm)



