LAMONGAN, RONGGOHADI – Sebanyak 1.200 pelajar mengikuti kegiatan Jelajah Santri Satuan Karya Pramuka (Sako) Pandu Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembuka rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kegiatan yang melibatkan pelajar tingkat SD/MI dan MTs/SMP tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan kepramukaan sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan pendidikan Ma’arif.
Diikuti 15 Kecamatan
Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan, Ali Nurdin, mengatakan Jelajah Santri diikuti perwakilan dari 15 kecamatan atau Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ma’arif NU se-Kabupaten Lamongan.
Masing-masing MWCNU mengirimkan delapan regu, yang terdiri atas empat regu tingkat SD/MI dan empat regu tingkat MTs/SMP.
“Masing-masing MWCNU mengirimkan delapan regu, terdiri atas empat regu tingkat SD/MI dan empat regu tingkat MTs/SMP,” kata Ali di Lamongan, Sabtu.
Setiap regu didampingi satu orang pendamping, sementara masing-masing kecamatan memiliki satu Pimpinan Kontingen (Pinkon). Secara keseluruhan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 90 pendamping regu dan 15 Pinkon.
Para peserta menempuh rute sepanjang sekitar 3–4 kilometer. Perjalanan dimulai dari Pos 1 di Alun-Alun Lamongan, dilanjutkan menuju Pos 2 di Dinas Pendidikan Lamongan, dan berakhir di Pos 3 yang berlokasi di SD NU Lamongan.
Bagian dari Rangkaian HSN 2026
Ali menjelaskan, Jelajah Santri merupakan bagian dari program kerja LP Ma’arif NU Lamongan sekaligus rangkaian kegiatan HSN 2026 yang diselenggarakan oleh PCNU Lamongan.
Selain jelajah santri, rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini juga diisi dengan sejumlah kegiatan lain, seperti cerdas cermat Aswaja dan lomba membaca Kitab Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Ketua PCNU Lamongan Syahrul Munir mengatakan, seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk mengisi rangkaian HSN dengan aktivitas pendidikan dan penguatan pemahaman ke-NU-an.
“Selain jelajah santri, ada cerdas cermat Aswaja dan lomba membaca Kitab Qanun Asasi,” ujar Syahrul.
Ia menambahkan, kegiatan Jelajah Santri juga menjadi bagian dari program kepramukaan LP Ma’arif NU Lamongan. Sebelumnya, lembaga tersebut telah melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD).
Diharapkan Tidak Sekadar Seremonial
Syahrul berharap seluruh rangkaian kegiatan HSN 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu memberikan dampak terhadap peningkatan pemahaman ke-NU-an dan memperkuat kebersamaan di kalangan pelajar Ma’arif.
Melalui kegiatan jelajah, perlombaan, dan aktivitas kepramukaan, para pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berorganisasi dan bekerja sama, tetapi juga semakin memahami nilai-nilai yang menjadi bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama. (rm)


