LAMONGAN, RONGGOHADI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Lamongan kembali meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mencatat 2.549 pasien ISPA pada minggu ke-36, angka tertinggi dalam enam minggu terakhir.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, Yani Khairurakhmawati, mengatakan jumlah kasus sempat mengalami penurunan sebelum kembali naik dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data pemantauan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), pada minggu ke-31 tercatat 2.218 pasien. Jumlah tersebut turun menjadi 2.071 pasien pada minggu ke-32 dan kembali turun menjadi 1.970 pasien pada minggu ke-33.
Tren kemudian berbalik. Kasus meningkat menjadi 2.095 pasien pada minggu ke-34, naik lagi menjadi 2.319 pasien pada minggu ke-35, hingga mencapai 2.549 pasien pada minggu ke-36.
“Data update dari faskes ada kenaikan sekitar 200-an per minggunya. Mayoritas keluhan pasien adalah ISPA,” kata Yani saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Kemarau dan Debu Diduga Jadi Pemicu
Menurut Yani, kondisi kemarau panjang disertai paparan debu di lingkungan menjadi salah satu faktor yang diduga memicu meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat.
Meski jumlah kunjungan pasien mengalami peningkatan, Yani memastikan penanganan di lapangan sejauh ini berjalan dengan baik. Gejala yang dialami pasien juga masih tergolong umum.
“Alhamdulillah influenza ini tidak berlanjut ke penyakit paru,” ujarnya.
Dalam dua pekan terakhir, kasus ISPA tersebar di sejumlah wilayah Lamongan. Tiga puskesmas mencatat jumlah pasien paling tinggi.
Puskesmas Mantup mencatat 390 pasien, disusul Puskesmas Kembangbahu dengan 312 pasien dan Puskesmas Babat sebanyak 292 pasien.
Dinkes Ingatkan Warga Jaga Kondisi Tubuh
Melihat peningkatan kasus tersebut, Dinkes Lamongan mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.
Masyarakat diminta menjaga imunitas, memenuhi kebutuhan cairan harian, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi paparan debu secara langsung yang dapat mengganggu saluran pernapasan. (rm)



