RONGGOHADI, LAMONGAN—Malam yang dinantikan publik Lamongan akhirnya tiba! Tuan rumah HTJ Lamongan Megilan menjalani debutnya di pentas nasional Livoli Divisi 1 2025 di GOR Sport Center Lamongan, Selasa (28/10/2025). Sayang seribu sayang, perjuangan Laskar Megilan harus tertunda. Mereka takluk 1-3 di tangan tim yang sudah lebih kenyang pengalaman, Bandung Tectona.
Ini adalah duel David melawan Goliath. Bandung Tectona, yang memiliki sejarah panjang di kancah voli nasional, tampil dominan dan memetik kemenangan di tiga set: 21-25, 16-25, dan 17-25. Skor yang menunjukkan gap pengalaman yang cukup jauh.
Momen ‘Megilan’ yang Bikin Bangga!
Namun, Lamongan tidak menyerah tanpa perlawanan. Di tengah gempuran serangan Tectona, HTJ Lamongan Megilan berhasil menunjukkan spirit “Megilan” (luar biasa/hebat) mereka di set ketiga.
Tim asuhan Didik Tri Purwanto ini tampil menggila, menyajikan pertahanan rapat dan serangan yang efektif, sukses mencuri satu set dengan skor 25-21! Momen ini disambut gemuruh di GOR, membuktikan bahwa sebagai pendatang baru, mereka tidak gentar melawan tim sekelas Tectona.
Evaluasi Pelatih: Mental dan Servis Kunci Perbaikan
Usai pertandingan, Pelatih Didik Tri Purwanto tetap memberikan apresiasi tinggi pada fight yang ditunjukkan anak asuhnya. Ia realistis mengakui perbedaan kematangan tim.
“Kita tadi sudah bekerja keras dan berhasil mencuri satu set. Di samping itu, tim lawan sudah berdiri sejak lama dan kita masih baru,” ujar Didik dengan bijak.
Fokus pelatih kini beralih dari hasil ke perbaikan fundamental. Didik menyoroti dua kelemahan utama yang harus segera dibenahi: mental bertanding dan kesalahan mendasar, terutama servis yang sering menguntungkan lawan.
HTJ Lamongan Megilan memang pendatang baru, namun kehadiran mereka di Livoli Divisi 1 2025 dengan status tuan rumah mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat Lamongan. Ini adalah awal perjalanan, sebuah kawah candradimuka untuk menorehkan sejarah baru di voli nasional.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Lamongan untuk pertandingan selanjutnya. Kami tetap optimis untuk lolos ke babak selanjutnya,” tutup Didik, membawa semangat tak kenal menyerah khas Lamongan. (rm)



