RONGGOHADI, LAMONGAN—Menghadapi potensi bencana alam di puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2026, Polres Lamongan menaikkan status menjadi siaga penuh. Langkah antisipasi dini ini diambil mengingat Lamongan, khususnya wilayah dataran rendah dan sekitar aliran Sungai Bengawan Jero, merupakan zona rawan banjir berdasarkan data nasional.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, memastikan bahwa kesiapan bukan hanya sekadar jumlah personel, tetapi juga sinergi sistem dan peralatan.
“Kegiatan ini untuk memastikan seluruh unsur siap menghadapi potensi bencana selama musim hujan. Fokus kami pada kecepatan dan ketepatan respons di lapangan,” ujar AKBP Agus Dwi Suryanto, Selasa (5/11/2025).
Polres Lamongan bersama BPBD, TNI, Satpol PP, dan Damkar telah menggelar sidak peralatan dan pengecekan sistem koordinasi lintas sektor. Komitmen utamanya adalah deteksi dini di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi korban banjir, tanah longsor, atau angin kencang.
Penanggulangan Bencana: Tanggung Jawab Kolektif
Kapolres Lamongan menegaskan filosofi penting dalam penanggulangan bencana: bukan tanggung jawab satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk aktif melakukan simulasi tanggap darurat dan memperkuat komunikasi antarlembaga.
“Sinergi antarinstansi sangat penting untuk meminimalkan dampak dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Data BNPB yang mencatat 1.289 kejadian banjir secara nasional hingga Oktober 2025 menjadi latar belakang penting dari kesiapsiagaan ini. Lamongan tak mau masuk dalam daftar statistik tragis tersebut.
Warga Diminta Jangan Ragu Jadi Garda Pertama Pelapor!
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, memberikan pesan kunci kepada masyarakat: kecepatan laporan adalah nyawa! Ia meminta warga untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan tanda-tanda bencana atau kondisi darurat.
“Laporan cepat dari warga sangat membantu petugas di lapangan. Kami sudah menyiapkan saluran darurat yang aktif 24 jam. Koordinasi cepat antara masyarakat dan petugas menjadi kunci dalam penanganan awal bencana,” pungkas Hamzaid.
Berikut adalah daftar nomor penting yang harus dicatat dan disimpan oleh seluruh warga Lamongan:
| Layanan Darurat Lamongan | Nomor Kontak |
| Polres Lamongan (Polisi 24 jam) | 110 |
| BPBD Lamongan | 0812-5205-5572 |
| Damkar Lamongan | (0322) 321113 |
| PLN (Gangguan Listrik) | 0322-123 |
| RSUD dr. Soegiri Lamongan | 0811-3206-3000 |
| RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) | (0322) 311777 / 0822-4504-4331 |



