Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

BANJIR BUKAN HALANGAN!  Semangat Baja Warga Kudu Lamongan: Terjang Genangan Bengawan Jero Demi Sedekah Bumi & Wayang Kulit!

RONGGOHADI, LAMONGAN—Alam mungkin sedang menguji, tapi mentalitas warga Lamongan terbukti tak tergoyahkan. Di tengah kepungan banjir akibat meluapnya Bengawan Jero, warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, justru mengukir pemandangan yang mengharukan sekaligus luar biasa pada Minggu (28/12/2025).

Bukannya menyerah pada keadaan, ratusan warga justru “nyemplung” ke genangan air untuk menggelar Sedekah Bumi. Tanpa alas kaki, mereka menerjang banjir yang merendam jalan-jalan perkampungan demi menjaga tradisi warisan leluhur.

 “Melihat kebersamaan warga seperti ini sangat mengharukan. Tradisi tetap dijaga meski kondisinya tidak mudah,” ujar H. Ruslan, seorang perantau Jakarta yang sengaja pulang demi momen sakral ini.

Karnaval di Atas Air: Gunungan Raksasa & Kostum Semarak

Suasana kirab sedekah bumi ini tak ubahnya karnaval tujuhbelasan yang megah. Warga tampil totalitas:

  • Kostum Semarak: Mengenakan berbagai busana unik, warga tetap tersenyum meski kaki mereka terendam air hingga 30 centimeter.
  • Gunungan Raksasa: Mengusung gunungan berisi hasil bumi (buah-buahan dan jajanan tradisional) yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Pagelaran Wayang Kulit: Acara ditutup dengan pertunjukan wayang kulit siang dan malam oleh Ki Dalang Budi Prayitno, menghidupkan kembali denyut seni di tengah keprihatinan banjir.

Nostalgia Seni: Menghidupkan Kembali “Putra Budaya”

Bagi warga setempat, sedekah bumi tahun ini bukan sekadar rutinitas. Ketua Alumni Dusun Kudu, Manan, mengenang masa jaya dusunnya yang dulu dikenal sebagai pusat seni lewat kelompok ludruk Putra Budaya.

Meskipun ludruk tersebut telah lama pudar, kehadiran wayang kulit menjadi upaya regenerasi budaya agar generasi muda tetap memiliki identitas kuat sebagai warga Dusun Kudu.

Aspirasi di Tengah Genangan: Perbaikan Jalan Adalah Harga Mati

Hadirnya Camat Deket, Suwanto Sastrodiharjo, mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menjadi momen bagi warga untuk “curhat”. Masalah utama yang mendesak adalah akses jalan penghubung Desa Sidomulyo–Desa Weduni yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Detail Lokasi TerdampakKondisi Terkini
Penyebab BanjirLuapan Aliran Bengawan Jero
Ketinggian Air di Jalan± 30 Centimeter
Titik KrusialJalan Poros Sidomulyo–Weduni

Ketua Panitia, Kadin Suprapto, menegaskan bahwa semangat warga Dusun Kudu sangat besar sehingga acara yang semestinya rutin tahunan ini, disepakati akan digelar lebih meriah setiap dua tahun sekali sebagai ajang temu kangen para alumni. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles