RONGGOHADI, LAMONGAN – Suasana fajar di Dusun Talun, Desa Sidogembul, yang seharusnya tenang, mendadak berubah menjadi horor yang menyayat hati. Sebuah peristiwa tak masuk akal mengguncang warga Lamongan pada Jumat pagi (23/1/2026). Seorang pria lansia berinisial Sampun (76), nekat mengakhiri hidup putra tunggalnya sendiri, Marto (56), dengan cara yang sangat tragis.
Duka ini terasa semakin mendalam mengingat korban adalah seorang guru yang dikenal santun dan baru saja bercengkrama dengan rekan-rekannya sesama pendidik sesaat sebelum nyawanya direnggut.
Kronologi Mencekam: Maut di Balik Tabung Elpiji 3 Kg
Tragedi ini terjadi saat sang istri korban sedang pergi ke pasar untuk memenuhi keinginan suaminya yang ingin menyantap sesuatu. Di dalam rumah, Marto yang sedang terlelap usai menunaikan salat subuh dan sempat “ngopi” virtual di grup WhatsApp sekolah, tak menyadari maut mengintai.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram untuk menghantam kepala korban sebanyak lima kali. Benturan keras tersebut menyebabkan luka fatal yang membuat nyawa Marto tak tertolong di tempat kejadian.
“Kasus ini pertama kali diketahui istri korban sepulang dari pasar. Ia mendapati suaminya sudah tak bernyawa dan langsung melapor sekitar pukul 06.00 WIB,” ungkap Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch. Sokep.
Aksi Pelaku: Sempat Ganti Baju dan Kabur ke Arah Barat
Usai melakukan aksi kejam tersebut, pelaku menunjukkan gelagat aneh. Bukannya bersembunyi, Sampun sempat berganti pakaian dan berjalan kaki meninggalkan TKP. Meski ada dugaan ia hendak menyerahkan diri, petugas kepolisian yang bergerak cepat berhasil mencegatnya di depan Kantor Kecamatan Sukodadi.
Data Fakta di Lokasi Kejadian (TKP):
| Detail Kejadian | Informasi Terkini |
| Identitas Korban | Marto (56), Profesi: Guru |
| Identitas Pelaku | Sampun (76), Ayah Kandung Korban |
| Alat Kejahatan | Tabung Gas Elpiji 3 Kg (Hijau) |
| Waktu Penangkapan | Jumat, Pukul 06.30 WIB (Sekitar kantor Kecamatan) |
| Barang Bukti | Tabung Gas, Ponsel, Sobekan Kulit Korban |
Misteri di Balik Motif: Gangguan Jiwa atau Masalah Tersembunyi?
Hingga saat ini, publik Lamongan masih bertanya-tanya: Apa yang mendorong seorang ayah di usia senja tega menghabisi darah dagingnya sendiri?
Polisi masih mendalami motif di balik aksi brutal ini. Namun, muncul dugaan awal bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Untuk memastikannya, tim medis dan psikolog akan dilibatkan dalam pemeriksaan di Mapolres Lamongan.
“Tadi subuh masih sempat ngobrol di grup WhatsApp sekolah, katanya sedang ngopi,” kenang salah satu rekan kerja korban dengan nada tak percaya. Marto meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang kini harus menanggung beban duka yang teramat berat.
Analisis Penulis: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Lansia
Tragedi di Sukodadi ini menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan terhadap kesehatan mental anggota keluarga, terutama lansia yang tinggal satu atap. Emosi yang terpendam atau penurunan fungsi kognitif seringkali memicu tindakan impulsif yang fatal jika tidak terdeteksi sejak dini. (rm)



