Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Lamongan Bersiap Terang! 9.000 Lampu Jalan Baru hingga Trans Jatim Rute Selatan Jadi Fokus Dishub

RONGGOHADI, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan tengah menyiapkan langkah besar di sektor transportasi dan keselamatan jalan. Tidak hanya mempercepat program Lamongan Menyala melalui pembangunan ribuan lampu penerangan jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan juga mulai menggodok rute baru Bus Trans Jatim yang akan menjangkau wilayah selatan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Drs. Dianto Hariwibowo, M.IP, dalam wawancara di Radio Ronggohadi FM.

Menurutnya, peningkatan kualitas penerangan jalan dan transportasi umum menjadi bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Lamongan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Program Lamongan Menyala Masuk Tahap Persiapan Besar

Dianto menjelaskan, saat ini Dishub Lamongan masih menjalankan proses Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang akan menjadi skema utama percepatan pembangunan lampu penerangan jalan.

Melalui program tersebut, pembangunan tidak lagi dilakukan sedikit demi sedikit setiap tahun, melainkan secara masif.

“Harapannya pembangunan bisa dilakukan lebih serentak. Rencananya ada sekitar 5.000 sampai 6.000 titik lampu baru dan sekitar 3.000 titik dilakukan penggantian jaringan maupun lampu yang sudah waktunya diperbarui,” jelas Dianto.

Jika seluruh proses administrasi berjalan lancar, total pembangunan dan revitalisasi PJU diperkirakan mencapai 8.000 hingga 9.000 titik di seluruh Kabupaten Lamongan.

Tak Hanya Pantura, Jalan Kabupaten hingga Pelosok Ikut Jadi Prioritas

Berbeda dengan anggapan masyarakat yang mengira penerangan jalan hanya difokuskan di jalur nasional atau Pantura, Dianto menegaskan bahwa perhatian utama Dishub justru berada di jalan kabupaten.

Program Lamongan Menyala akan menjangkau wilayah utara, tengah hingga selatan Lamongan agar pemerataan penerangan benar-benar dirasakan masyarakat.

Meski demikian, Dishub juga tetap membantu penanganan apabila terjadi gangguan lampu penerangan di jalan nasional maupun jalan provinsi melalui koordinasi lintas instansi.

“Kami ingin masyarakat merasakan penerangan jalan yang lebih merata, tidak hanya di jalur utama tetapi juga di jalan-jalan kabupaten,” ujarnya.

Kenapa Lampu Jalan Kadang Lama Diperbaiki?

Dianto juga menjawab keluhan masyarakat yang sering mempertanyakan lamanya proses perbaikan lampu jalan.

Menurutnya, tidak semua kerusakan bisa ditangani saat itu juga. Banyak instalasi penerangan di Lamongan yang sudah berusia tua sehingga membutuhkan penggantian jaringan secara menyeluruh.

Dalam beberapa kasus, komponen harus dibawa ke bengkel Dishub terlebih dahulu sebelum dipasang kembali di lapangan.

“Kami memahami masyarakat ingin segera diperbaiki. Tetapi ada kerusakan yang memang membutuhkan proses karena peralatannya harus diperbaiki terlebih dahulu,” katanya.

Masyarakat Bisa Melapor Lewat WhatsApp hingga Media Sosial

Untuk mempercepat penanganan gangguan lampu jalan, Dishub membuka berbagai kanal pengaduan masyarakat.

Laporan dapat disampaikan melalui:

  • Media sosial resmi Dinas Perhubungan Lamongan
  • WhatsApp pengaduan
  • Perwakilan Dishub di setiap kecamatan
  • Grup koordinasi bersama pemerintah kecamatan

Langkah tersebut dilakukan agar titik lampu yang padam dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti.

Lampu Tenaga Surya Akan Dievaluasi

Dishub juga menyoroti banyaknya lampu tenaga surya bantuan pemerintah pusat yang mulai mengalami kendala.

Menurut Dianto, kerusakan paling sering terjadi pada sistem baterai yang dipengaruhi kondisi cuaca dan usia pemakaian.

Karena biaya perawatan cukup tinggi, ke depan Dishub berencana mengkaji kemungkinan mengubah sebagian sistem tersebut menjadi jaringan listrik konvensional agar lebih mudah dipelihara.

Parkir Digital QRIS Mulai Diterapkan

Tak hanya penerangan jalan, Dishub Lamongan juga mulai memperkenalkan sistem parkir digital menggunakan QRIS bekerja sama dengan Bank Jatim.

Program ini bertujuan meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi parkir sekaligus mengurangi potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Dianto, perubahan ini bukan sekadar mengganti metode pembayaran, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih akuntabel.

“Kami ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa seluruh retribusi parkir benar-benar masuk untuk pembangunan daerah,” jelasnya.

Meski demikian, pembayaran tunai masih tetap disediakan selama masa transisi agar masyarakat memiliki waktu beradaptasi.

Dishub Siapkan Rute Baru Trans Jatim ke Wilayah Selatan

Kabar yang paling dinantikan masyarakat akhirnya mendapat jawaban.

Dishub Lamongan memastikan tengah melakukan survei bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membuka rute baru Bus Trans Jatim yang akan menghubungkan kawasan selatan Lamongan dengan daerah tetangga.

Saat ini berbagai alternatif jalur masih dikaji agar memiliki jumlah penumpang yang potensial tanpa mengganggu angkutan umum yang telah lebih dulu beroperasi.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten sekitar seperti Mojokerto hingga Bojonegoro.

Anak Sekolah Jadi Alasan Utama Pengembangan Transportasi

Di balik rencana tersebut, Dishub memiliki tujuan yang lebih besar.

Dianto mengaku prihatin masih banyak pelajar yang setiap hari terpaksa mengendarai sepeda motor meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) karena minimnya transportasi umum.

Karena itu, selain Trans Jatim, Dishub juga mulai memikirkan konsep angkutan pengumpan (feeder) seperti layanan Wira-Wiri di Surabaya agar mobilitas masyarakat semakin mudah.

“Kami ingin anak-anak sekolah memiliki pilihan transportasi yang aman sehingga tidak harus mengendarai motor sebelum cukup umur,” ungkapnya.

Lamongan Menuju Transportasi yang Lebih Modern

Program Lamongan Menyala, digitalisasi parkir, hingga pengembangan jaringan Trans Jatim menjadi gambaran arah pembangunan transportasi di Kabupaten Lamongan.

Jika seluruh program tersebut berjalan sesuai rencana, masyarakat tidak hanya akan menikmati jalan yang lebih terang pada malam hari, tetapi juga sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles