RONGGOHADI, LAMONGAN – Harapan keluarga untuk menemukan Munajat Dwi Romadhoni (30) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah menghilang tanpa kabar selama sepekan, warga Dusun Penajam, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Gunung Kendil, Kamis (23/7/2026).
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri teka-teki yang menyelimuti hilangnya pria lulusan Teknik Kimia dari salah satu perguruan tinggi di Malang tersebut sejak Rabu (15/7/2026).
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh personel Polsek Paciran bersama tim relawan yang selama tujuh hari terakhir menyisir sejumlah titik di kawasan perbukitan Paciran.
Pencarian Selama Sepekan Berakhir Duka
Proses pencarian dilakukan setelah keluarga melaporkan Munajat tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi. Polisi bersama relawan kemudian melakukan penyisiran di berbagai lokasi yang diduga pernah dilalui korban.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil ketika jasad korban ditemukan di dasar jurang kawasan Gunung Kendil.
Kapolsek Paciran, Iptu Abdul Ghufron, mengatakan setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan peralatan penyelamatan karena lokasi penemuan cukup sulit dijangkau.
“Setelah jenazah korban ditemukan oleh anggota kami bersama relawan, jasad langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Paciran untuk dilakukan visum luar,” ujar Iptu Abdul Ghufron.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Meski korban telah ditemukan, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.
Polisi belum memberikan kesimpulan terkait penyebab korban berada di lokasi tersebut maupun penyebab meninggalnya Munajat. Sejumlah fakta masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
“Penyebab pasti kejadian masih dalam pendalaman anggota kami,” tambah Abdul Ghufron.
Keluarga Sebut Korban Sempat Mengalami Tekanan Psikologis
Berdasarkan keterangan keluarga, Munajat merupakan lulusan Teknik Kimia yang dalam beberapa waktu terakhir belum mendapatkan pekerjaan.
Kondisi tersebut disebut membuat korban mengalami tekanan psikologis. Namun, informasi itu masih sebatas keterangan keluarga dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Polisi masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Pihak keluarga sendiri menerima kepergian Munajat sebagai sebuah musibah dan memilih mengikhlaskan kepergiannya.
Tragedi yang Menyisakan Duka Mendalam
Kisah Munajat menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa menghadapi beban hidup yang tidak selalu tampak dari luar. Di balik gelar pendidikan yang dimiliki, tak sedikit anak muda yang masih berjuang menghadapi kerasnya persaingan dunia kerja.
Karena itu, penting bagi lingkungan keluarga, sahabat, maupun masyarakat untuk saling peduli dan memberikan ruang bagi siapa pun yang sedang menghadapi kesulitan hidup.
Sementara itu, aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan guna mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa yang merenggut nyawa pria asal Paciran tersebut. (rm)



