Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Kemarau Ancam Waduk Gondang, Pemkab Lamongan Bergerak Selamatkan Ribuan Hektare Sawah dari Krisis Air

RONGGOHADI, LAMONGAN – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Lamongan. Permukaan air Waduk Gondang di Kecamatan Sugio terus mengalami penyusutan hingga menyisakan sekitar 9 juta meter kubik (m³) atau kurang dari separuh kapasitas operasionalnya. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memastikan ribuan hektare lahan pertanian tetap menjadi prioritas agar tidak mengalami kekeringan.

Di tengah ancaman berkurangnya pasokan air, Pemkab Lamongan memilih bergerak cepat. Strategi distribusi air diperkuat, sementara pengerukan sedimentasi yang selama bertahun-tahun mengurangi kapasitas waduk segera dimulai.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan, Saikhu Rohman, menjelaskan bahwa cadangan air yang tersisa akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan Musim Tanam (MT) 3.

“Kondisi sekarang tinggal sekitar 9 juta meter kubik. Untuk pelayanan MT 1 dan MT 2 sudah terpenuhi 100 persen,” ujarnya.

Fokus Selamatkan MT 3

Memasuki musim tanam ketiga, sekitar 1.000 hektare lahan padi dan tanaman palawija masih membutuhkan pasokan air. Pemerintah daerah memastikan distribusi irigasi tetap berjalan agar produktivitas pertanian tidak terganggu meski musim kemarau semakin panjang.

Menurut Saikhu, pelayanan irigasi akan terus dioptimalkan agar petani tetap dapat menyelesaikan masa tanam dengan baik.

“Untuk MT 3 ada sekitar 1.000 hektare tanaman padi dan palawija. Kami tetap mengupayakan pelayanan air secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Air Menipis, Distribusi Diatur Lebih Ketat

Menyusutnya volume air menjadi tantangan besar mengingat Waduk Gondang selama ini menopang sistem irigasi bagi sekitar 10.588 hektare lahan pertanian yang tersebar di lima kecamatan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, SDABK Lamongan menerapkan pola operasi terpadu. Air tidak hanya mengandalkan waduk utama, tetapi juga dialirkan melalui sejumlah waduk lapangan sebagai penyangga distribusi sehingga pasokan tetap bisa menjangkau area pertanian prioritas.

Langkah ini dinilai menjadi strategi penting agar sisa cadangan air dapat dimanfaatkan secara maksimal hingga musim hujan tiba.

Sedimentasi Jadi Penyebab Kapasitas Waduk Terus Menurun

Selain faktor kemarau, penyusutan daya tampung Waduk Gondang juga dipengaruhi sedimentasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Jika sebelumnya waduk mampu menampung sekitar 25 juta meter kubik air, kini kapasitasnya tinggal sekitar 19,7 juta meter kubik akibat endapan sedimen yang mencapai kurang lebih 5 juta meter kubik.

Kondisi tersebut membuat ruang tampung air semakin berkurang setiap musim kemarau sehingga pengelolaan air harus dilakukan lebih cermat.

Kapal Pengeruk Segera Beroperasi

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera melakukan pengerukan sedimentasi menggunakan kapal dredger.

Saat ini proses mobilisasi peralatan dari Waduk Wonogiri telah dilakukan. Pemerintah menargetkan pengerukan dapat dimulai dalam waktu dekat sehingga kapasitas tampung Waduk Gondang dapat dipulihkan secara bertahap.

“Selama Juli dilakukan penyiapan alat yang didatangkan dari Waduk Wonogiri. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan atau awal Agustus pengerukan sudah bisa dimulai untuk mengembalikan kapasitas tampung waduk secara bertahap,” pungkas Saikhu.

Menjaga Lumbung Pangan Lamongan

Kemarau memang menjadi ujian bagi sektor pertanian Lamongan. Namun, langkah cepat pemerintah dalam mengatur distribusi air sekaligus memperbaiki kapasitas Waduk Gondang menjadi sinyal bahwa upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan saat krisis datang, tetapi juga melalui pembenahan infrastruktur yang selama ini menjadi penopang ribuan hektare sawah.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles