RONGGOAHADI, LAMONGAN – Alun-Alun Lamongan beberapa hari terakhir tidak hanya menjadi ruang publik untuk warga beraktivitas. Di tempat ini, puluhan calon anggota Paskibraka Kabupaten Lamongan tengah ditempa untuk menjalankan tugas penting pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gerakan harus seragam. Langkah harus presisi. Napas harus teratur. Dan yang tak kalah penting, mental harus siap.
Personel gabungan Kodim 0812/Lamongan, Polres Lamongan, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menggenjot pemusatan latihan calon Paskibraka sebagai persiapan menghadapi upacara puncak peringatan Kemerdekaan RI di Kabupaten Lamongan.
Latihan tersebut tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris. Para calon pengibar Sang Saka Merah Putih juga mendapatkan pembinaan fisik, mental, karakter, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.
Pasi Ops Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Mustoha, mengatakan keterlibatan unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membentuk generasi muda yang memiliki disiplin dan karakter kuat.
“Latihan tidak hanya PBB dan formasi pengibaran, tapi juga pembinaan mental, ketahanan fisik, karakter dan kekompakan tim,” ujar Kapten Mustoha saat memantau latihan.
Ditempa dari Fisik hingga Mental
Program latihan diberikan secara bertahap. Setiap materi memiliki tujuan untuk memastikan calon Paskibraka tidak hanya mampu menjalankan gerakan dengan sempurna, tetapi juga siap menghadapi tekanan saat menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara.
Salah satunya adalah pembentukan fisik dan stamina. Para peserta dilatih menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima selama menjalani rangkaian kegiatan, termasuk ketika harus berlatih dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Kemudian ada penajaman Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Keseragaman gerakan, ketepatan tempo, kedisiplinan barisan, hingga kekompakan menjadi bagian yang terus diperbaiki dalam setiap sesi latihan.
Tak kalah penting adalah gladi formasi dan pengibaran bendera. Peserta dilatih memahami posisi dan peran masing-masing, termasuk presisi dalam proses pengibaran Sang Merah Putih.
Di balik semua gerakan tersebut, pembinaan wawasan kebangsaan juga diberikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan para calon Paskibraka.
Tiga Instansi, Satu Target
Sinergi antara Kodim 0812/Lamongan, Polres Lamongan, dan Pemkab Lamongan menjadi kekuatan utama dalam proses pembinaan.
Ketiganya memiliki target yang sama: melahirkan pasukan pengibar bendera yang solid, disiplin, tangguh, dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi.
Sebab, menjadi Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam dan berdiri di tengah lapangan. Ada tanggung jawab membawa simbol kehormatan bangsa saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan di hadapan masyarakat.
Karena itu, setiap langkah yang terlihat sederhana dalam latihan sebenarnya sedang membangun sesuatu yang lebih besar: kedisiplinan, keberanian, kekompakan, dan rasa nasionalisme.
Menunggu Hari Ketika Merah Putih Berkibar
Seluruh rangkaian latihan tersebut dipersiapkan menuju satu momen penting pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lamongan.
Saat hari pelaksanaan tiba, masyarakat mungkin hanya akan melihat beberapa menit prosesi pengibaran bendera.
Namun di balik beberapa menit tersebut, ada hari-hari panjang yang diisi latihan berulang, koreksi gerakan, pembentukan fisik, penguatan mental, dan pembelajaran untuk bekerja sebagai satu kesatuan.
Dari Alun-Alun Lamongan, para calon Paskibraka kini terus ditempa.
Mereka bukan hanya sedang belajar bagaimana membawa dan mengibarkan Merah Putih.
Mereka sedang dipersiapkan untuk menjadi generasi muda yang mampu berdiri tegak membawa semangat Indonesia. (rm)



