RONGGOHADI, LAMONGAN – Studio berita biasanya identik dengan kamera, teleprompter, dan presenter profesional. Namun, suasana berbeda terlihat di Kabupaten Lamongan. Sebanyak 130 pelajar hingga aparatur sipil negara (ASN) bergantian mencoba berdiri di depan kamera dan merasakan langsung bagaimana menjadi seorang presenter berita.
Momen tersebut hadir dalam News Presenter Competition yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya dalam rangka memperingati HUT ke-28 IJTI, Selasa (11/8/2026).
Bukan hanya adu kemampuan membaca naskah berita, kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Lamongan ini juga menjadi ruang belajar bagi peserta untuk memahami bagaimana informasi dikemas dan disampaikan kepada publik melalui media visual.
Pesertanya pun cukup beragam. Mulai dari pelajar SMA hingga pegawai pemerintahan ikut mencoba kemampuan berbicara di depan kamera. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kesempatan langka untuk keluar dari zona nyaman sekaligus mengasah kemampuan komunikasi.
Ketua IJTI Korda Pantura Raya, Moh Mahrus, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan sekadar sebagai kompetisi, tetapi juga sarana mengenalkan dunia jurnalistik televisi kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan media digital membuat kemampuan menyampaikan informasi secara visual semakin penting. Namun, kemampuan tampil di depan kamera harus tetap dibarengi dengan pemahaman terhadap prinsip jurnalistik.
“Melalui ajang ini, kita ingin menegaskan bahwa jurnalis televisi tetap berpegang teguh pada pemberitaan yang positif, akuntabel, dan objektif. Visualitas tidak bisa dibohongi oleh berita-berita hoaks,” kata Mahrus.
Dari Depan Kamera, Belajar Menyampaikan Informasi dengan Benar
Kehadiran workshop news presenter menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya ditantang tampil percaya diri, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai bagaimana seorang presenter membawakan berita secara komunikatif.
Bagi pelajar, pengalaman seperti ini menjadi bekal menarik di tengah semakin besarnya kebutuhan terhadap kemampuan public speaking, komunikasi digital, dan literasi media.
Sementara bagi ASN, kemampuan menyampaikan informasi dengan baik juga memiliki relevansi dengan tugas pelayanan publik. Informasi mengenai program pemerintah, pelayanan masyarakat hingga kebijakan daerah membutuhkan cara penyampaian yang jelas agar mudah dipahami masyarakat.
Sekretaris Daerah Lamongan, M. Nalikan, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba dan workshop presenter dapat menjadi ruang bagi generasi muda maupun pegawai pemerintahan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
“Ini baru pertama kali di Lamongan. Ini menunjukkan semangat kita bagaimana kita berbenah, bagaimana kita memberikan pemahaman kaitannya dengan jurnalistik,” ujarnya.
Jurnalisme dan Sepak Bola Bertemu di Lamongan
Menariknya, kegiatan tersebut juga melibatkan Persela Lamongan. Kolaborasi dunia jurnalistik dengan sepak bola ini menjadi warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-28 IJTI Korda Pantura Raya.
CFO Persela Lamongan, Pradita Aditya, menilai kolaborasi tersebut memberikan ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempertemukan dua dunia yang sama-sama membutuhkan komunikasi kuat.
“Pastinya saya ucapkan good untuk teman-teman IJTI yang ke-28. Hari ini acara workshop kolaborasi dengan Persela Lamongan. Tentunya kami dari manajemen sangat menyambut hangat dan menyambut baik antusias dari semuanya, mulai dari panitia hingga peserta,” tutur Pradita.
Pada akhirnya, News Presenter Competition di Lamongan tidak hanya soal siapa yang paling luwes berbicara di depan kamera. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi media sosial, kemampuan berkomunikasi sekaligus memahami jurnalistik semakin dibutuhkan.
Sebab, menjadi presenter bukan sekadar terlihat percaya diri di depan kamera. Ada tanggung jawab di balik setiap kalimat yang dibacakan: memastikan informasi yang sampai kepada publik tetap akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dan dari panggung sederhana di Lamongan itu, bisa saja lahir presenter muda yang suatu hari nanti justru menghiasi layar televisi nasional. (rm)



