Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Kemarau Belum Usai, Lamongan Perketat Distribusi Air Bengawan Jero agar Sawah Tetap “Minum”

RONGGOHADI, LAMONGAN – Di tengah teriknya musim kemarau, air menjadi barang berharga bagi petani di kawasan Bengawan Jero, Lamongan. Ketika sebagian wilayah mulai memasuki masa panen, sebagian lainnya justru masih membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan pertanaman padi musim tanam kedua (MT II).

Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Lamongan memperketat pengawasan distribusi air di jaringan irigasi Bengawan Jero hingga Dam Corong, yang berada di perbatasan Lamongan-Gresik.

Bukan tanpa alasan. Kawasan Bengawan Jero memiliki hamparan sawah yang luas, sementara kebutuhan air pada Agustus masih cukup tinggi. Pemerintah daerah harus memastikan air tidak hanya tersedia, tetapi juga mengalir ke wilayah yang memang masih membutuhkan untuk pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito, mengatakan monitoring dilakukan secara intensif sembari memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang berada di sepanjang jaringan irigasi.

“ Kebutuhan air pada Agustus masih cukup tinggi karena wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero masih memasuki masa tanam padi MT II. Karena itu kami memperkuat koordinasi lintas wilayah agar distribusi air tetap terjaga,” kata Mugito, Senin.

Ada Sawah yang Masih Butuh Air, Ada Wilayah yang Mulai Panen

Hasil pemantauan DKPP Lamongan menunjukkan kondisi pertanian di kawasan hilir mulai berbeda.

Wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen. Sementara itu, sebagian wilayah hilir Kabupaten Gresik telah lebih dulu menyelesaikan panen dan mulai beralih melakukan aktivitas tambak.

Perbedaan kebutuhan inilah yang menjadi salah satu tantangan dalam mengatur distribusi air.

Pemkab Lamongan kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Glagah dan Pemerintah Desa Wedoro agar petani yang telah menyelesaikan panen untuk sementara menunda aktivitas menaikkan air bagi tambak.

Langkah tersebut dilakukan agar air yang tersedia dapat diprioritaskan untuk wilayah persawahan yang masih membutuhkan pasokan irigasi.

Dengan kata lain, air yang ada harus dibagi secara cermat. Jangan sampai sawah yang masih berada dalam fase pertumbuhan kekurangan air hanya karena wilayah yang sudah selesai panen lebih dulu menyedot pasokan.

Dua Pintu Dam Corong Dibuka

Pengaturan juga dilakukan di Dam Corong.

Pemkab Lamongan berkoordinasi dengan petugas pengelola Dam Corong dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur untuk mengatur aliran air sekaligus mengantisipasi masuknya air asin ke wilayah hulu.

Saat ini, dua dari lima pintu air Dam Corong dibuka.

“Dua dari lima pintu air Dam Corong dibuka untuk mengatur aliran air sekaligus menahan intrusi air asin ke arah hulu,” ujar Mugito.

Pengaturan tidak berhenti di pintu air. Pemkab Lamongan juga berkoordinasi dengan UPT Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur wilayah Gresik-Lamongan mengenai operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik.

Pompa tambak diatur secara bergantian sehingga kebutuhan aktivitas tambak tetap dapat diakomodasi tanpa mengganggu stabilitas debit air yang dibutuhkan untuk irigasi pertanian.

96 Ribu Hektare Sawah Jadi Taruhan

Besarnya perhatian terhadap distribusi air Bengawan Jero tidak lepas dari luasnya kawasan pertanian yang bergantung pada sistem tersebut.

Data DKPP Lamongan mencatat, luas baku sawah di kawasan Bengawan Jero mencapai sekitar 96 ribu hektare.

Angka tersebut membuat pengelolaan air menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga produktivitas pertanian Lamongan, terutama ketika musim kemarau membuat ketersediaan air semakin terbatas.

Bagi petani, air bukan sekadar bagian dari sistem irigasi. Air menentukan apakah tanaman bisa terus tumbuh, apakah padi dapat dipanen, dan pada akhirnya apakah roda ekonomi pedesaan tetap bergerak.

Karena itu, ketika kalender pertanian masih berjalan dan sebagian sawah Bengawan Jero masih memasuki MT II, pemerintah memilih memperketat koordinasi daripada membiarkan distribusi air berjalan tanpa pengawasan.

Menjaga Air, Menjaga Panen

Pengaturan distribusi air Bengawan Jero menjadi pekerjaan lintas wilayah. Lamongan harus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, pengelola jaringan irigasi, hingga pengelola sumber daya air di wilayah Gresik.

Semua diarahkan pada satu tujuan: memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi selama kemarau.

Sebab di balik aliran air yang terlihat sederhana di saluran irigasi, ada puluhan ribu hektare sawah dan kehidupan para petani yang bergantung padanya.

Kemarau boleh panjang, tetapi harapannya aliran air menuju sawah Bengawan Jero tidak boleh terputus. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles