LAMONGAN, RONGGOHADI – Kontingen karate Kodim 0812/Lamongan tampil menggila di ajang Piala Danrem 082/CPYJ Cup 2026. Bukan sekadar hadir untuk meramaikan kompetisi, para karateka muda asal Lamongan sukses membawa pulang sembilan medali, terdiri dari enam emas dan tiga perak.
Raihan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet karate di Lamongan terus menunjukkan hasil. Di tengah persaingan berbagai kategori usia dan nomor pertandingan, para atlet Kodim 0812/Lamongan mampu menunjukkan teknik, mental, serta daya juang hingga berdiri di podium.
Enam medali emas menjadi raihan paling mencolok dari kontingen Lamongan. Sementara tiga medali perak melengkapi pencapaian para karateka muda tersebut.
Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh atlet.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Ada disiplin, latihan, konsistensi, serta mental bertanding yang menjadi fondasi para atlet hingga mampu bersaing dan meraih prestasi.
“Ini prestasi membanggakan bagi Kodim dan warga Lamongan. Bukti tekad kuat, disiplin tinggi dan semangat pantang menyerah mampu antar ke podium tertinggi,” ujar Dandim.
Enam Emas untuk Lamongan
Prestasi paling membanggakan datang dari enam atlet yang berhasil menyabet medali emas di kelas masing-masing.
Everest Adelard berhasil meraih emas pada kategori Kata Pra Pemula Putra. Kemudian, Airlangga Argha menambah koleksi emas melalui nomor Kumite +35 kilogram Pra Pemula.
Di kategori kadet, Darel Azka tampil sebagai juara pada nomor Kumite +70 kilogram Kadet.
Sementara Rahmat Iman mempersembahkan medali emas melalui nomor Kumite -60 kilogram U21.
Dua emas lainnya datang dari kategori senior. Nur Ramadhani menjadi yang terbaik pada nomor Kumite -67 kilogram Senior, sedangkan Mulia Jischa sukses meraih emas pada nomor Kumite -61 kilogram Senior Putri.
Tiga Perak Lengkapi Pesta Medali
Perjuangan karateka Kodim 0812/Lamongan juga menghasilkan tiga medali perak.
Airlangga Arkha meraih perak pada nomor Kumite -35 kilogram Pra Pemula. Medali perak berikutnya disumbangkan Gayatri Arum dari kategori Kumite -53 kilogram Junior Putri.
Satu perak lainnya dipersembahkan Afrizafira Radhika yang bertanding pada nomor Kumite -68 kilogram U21 Putri.
Total, kontingen karate Kodim 0812/Lamongan menutup kejuaraan dengan koleksi 9 medali: 6 emas dan 3 perak.
Tak Boleh Cepat Puas
Bagi Dandim, sembilan medali tersebut bukan garis akhir. Justru, capaian ini harus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, serta FORKI yang telah membangun sinergi dalam proses pembinaan atlet.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen tidak hanya ditentukan oleh atlet yang berdiri di atas matras pertandingan. Ada kerja panjang dari pelatih, dukungan organisasi, dan lingkungan yang terus mendorong para atlet berkembang.
Para karateka pun diminta tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih.
“Kemenangan ini harus menjadi batu loncatan menuju kejuaraan nasional hingga internasional,” pesan Letkol Inf Deni.
Keberhasilan sembilan medali tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa potensi atlet muda Lamongan terus tumbuh. Dari kategori pra pemula hingga senior, nama-nama baru mulai muncul dan membawa harapan besar bagi dunia olahraga.
Dandim menegaskan prestasi tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga.
“Keberhasilan ini pembuktian komitmen bina generasi muda. Semangat pantang menyerah ini nyalakan jiwa Lamongan Megilan Berhasil,” pungkasnya.
Sembilan medali memang sudah berada di tangan. Namun bagi para karateka Kodim 0812/Lamongan, perjalanan baru saja dimulai. Sebab setelah podium daerah, masih ada mimpi yang lebih tinggi: membawa nama Lamongan bersinar di panggung nasional, bahkan internasional. (rm)



