Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sekadar Sekolah, 208 Lansia Lamongan Diwisuda dan Siap Tetap Aktif di Usia Senja

LAMONGAN, RONGGOHADI – Usia senja bukan berarti berhenti belajar, berhenti berkarya, apalagi berhenti memberi manfaat. Semangat itulah yang terlihat dalam prosesi wisuda 208 peserta Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Lamongan di Pendopo Lokatantra, Rabu (26/8/2026).

Setelah menjalani pembelajaran selama enam bulan dengan total 12 kali pertemuan, ratusan lansia dari berbagai wilayah di Lamongan akhirnya resmi menyelesaikan proses pendidikan mereka. Bukan sekadar menerima penghargaan kelulusan, para peserta juga dibekali pengetahuan untuk menjalani masa lanjut usia dengan tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan berdaya.

Prosesi wisuda dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Menurut Bupati, keberadaan SELANTANG menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan kelompok lanjut usia tetap memiliki ruang untuk berkembang dan mengambil peran di tengah masyarakat.

“Saya yakin yang berangkat ini juga ada beberapa yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat. Bekal yang panjenengan sudah dapatkan di sekolah ini agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan,” pesan Bupati.

Usia Senja Tetap Bisa Menjadi Pencerah Keluarga

Bagi Pemkab Lamongan, lansia bukan sekadar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Mereka juga memiliki pengalaman, pengetahuan, serta nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bupati menuturkan, berdasarkan data WHO, Indonesia memiliki sekitar 12 persen penduduk dengan kategori usia lanjut. Jumlah tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus membangun sistem pendampingan sekaligus pemberdayaan lansia.

Melalui SELANTANG, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi lebih produktif dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai teladan dan pencerah, setidaknya bagi lingkungan keluarga.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, pengalaman para lansia justru menjadi modal sosial yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

6 Bulan Belajar, 208 Lansia Resmi Diwisuda

Wisuda SELANTANG Lamongan kali ini diikuti peserta dari tujuh kecamatan dan delapan desa.

Kepala DP3AKB Lamongan, dr. Aini Mas’idha, melaporkan sebanyak 208 lansia dinyatakan lulus setelah mengikuti proses pembelajaran.

Peserta tersebut berasal dari:

  • SELANTANG Bugenvil, Desa Kedungwaras, Kecamatan Modo: 20 peserta.
  • SELANTANG Nusa Indah, Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat: 28 peserta.
  • SELANTANG Tentrem, Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring: 21 peserta.
  • SELANTANG Melati, Desa Mantup, Kecamatan Mantup: 25 peserta.
  • SELANTANG Bugenvil, Desa Bandungsari, Kecamatan Sukodadi: 34 peserta.
  • SELANTANG Sedap Malam, Desa Balongtawun, Kecamatan Sukodadi: 21 peserta.
  • SELANTANG Nangka, Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah: 39 peserta.
  • SELANTANG Sakura, Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan: 20 peserta.

Dengan tambahan lulusan tahun ini, perkembangan Sekolah Lansia Tangguh di Lamongan terus menunjukkan pertumbuhan.

Hingga 2026, tercatat terdapat 33 kelas SELANTANG. Sebanyak 13 kelas telah diwisuda dengan total 395 peserta lansia, sementara 20 kelas lainnya masih menjalani proses pembelajaran.

Semangat Belajar Lansia Mendapat Apresiasi BKKBN

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, turut hadir dan memberikan apresiasi atas perjalanan pembelajaran yang telah dilalui para peserta.

Ia menyebut keberhasilan para peserta menyelesaikan pendidikan menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.

“Atas nama Perwakilan BKKBN, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian proses pembelajaran di SELANTANG hingga akhirnya mengantarkan sesepuh kita ke jenjang wisuda pada hari ini,” ujarnya.

Shodiqin juga mengapresiasi kedisiplinan dan antusiasme para peserta selama mengikuti pembelajaran, khususnya dalam mendalami tujuh dimensi lansia tangguh.

Wisuda ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Ada pesan kuat bahwa menjadi lansia tidak harus identik dengan ketergantungan dan keterbatasan.

Sebaliknya, usia lanjut bisa menjadi fase baru untuk terus belajar, menjaga kesehatan, memperluas aktivitas sosial, dan tetap mengambil peran dalam keluarga maupun masyarakat.

Dengan bekal yang diperoleh dari SELANTANG, 208 wisudawan dan wisudawati lansia Lamongan kini membawa satu semangat yang sama: usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk tetap sehat, mandiri, dan berdaya tidak boleh ikut menua. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles