Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Persela Lamongan Bukan Cuma Siap Bertanding, Mesin Bisnis Laskar Joko Tingkir Mulai Dipanaskan

LAMONGAN, RONGGOHADI – Persela Lamongan tampaknya tidak ingin memasuki musim kompetisi 2026/2027 hanya dengan modal skuad dan target di lapangan. Di balik persiapan tim, manajemen Laskar Joko Tingkir kini mulai memperkuat fondasi lain yang tak kalah penting: keuangan dan ekosistem bisnis klub.

Kabar baiknya, manajemen memastikan kondisi finansial Persela berada dalam situasi aman. Sejumlah sponsor telah bergabung, slot jersey utama resmi ditutup, hingga ekspansi bisnis ritel dan pengelolaan food and beverage (F&B) mulai dijalankan.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Persela ingin membangun klub yang tidak sekadar hidup dari satu sumber pendapatan.

Direktur Marketing Persela Lamongan, Pradita Aditya, mengatakan sponsorship menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem klub yang sehat dan berkelanjutan.

“Klub sepak bola di Lamongan butuh ekosistem yang kuat untuk bisa bertahan. Hari ini merupakan sponsorship announcement yang menjadi bagian dari ekosistem yang kami bangun. Ini menjadi sumber pendapatan atau income stream kami untuk melangkah lebih jauh di musim 2026/2027,” ujar Aditya.

Slot Jersey Utama Persela Resmi Penuh

Kepercayaan dari dunia usaha menjadi salah satu modal penting Persela menghadapi musim baru. Manajemen memastikan slot sponsorship pada jersey utama Persela Lamongan musim 2026/2027 telah resmi ditutup.

Total terdapat tujuh sponsor yang mendukung Persela melalui jersey utama. Salah satu sponsor utama adalah PT Duta Merpati Indonesia.

Selain itu, empat sponsor lainnya turut mendukung melalui jersey latihan.

“Sampai hari ini slot sponsorship di jersey utama sudah ditutup. Ada tujuh sponsor yang mendukung kami, salah satunya PT Duta Merpati Indonesia sebagai salah satu sponsor utama. Selain itu, ada empat sponsor pendukung pada jersey latihan,” jelas Aditya.

Menurutnya, seluruh jersey Persela untuk menghadapi musim kompetisi juga telah diproduksi.

Kerja sama tersebut, kata Aditya, dibangun dengan prinsip mutualisme. Persela mendapatkan dukungan finansial, sementara para mitra bisnis memperoleh ruang promosi melalui besarnya basis suporter dan paparan klub.

“Persela memiliki exposure yang besar, dan tiap merek tentu memiliki visi serta misi yang jelas. Harapannya tidak hanya Persela yang kuat, tetapi merek yang mendukung kami juga semakin berkembang,” katanya.

Finansial Aman, Manajemen Siapkan Bonus Kemenangan

Bagi pemain, kepastian finansial tentu menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga fokus selama kompetisi.

Manajemen Persela pun memberikan jaminan bahwa kondisi finansial klub musim ini berada dalam situasi aman dan stabil.

Tak hanya itu, bonus kemenangan juga telah disiapkan sebagai bentuk motivasi tambahan bagi para pemain.

“Untuk musim ini kondisi finansial sangat aman, dan hal tersebut sudah saya sampaikan kepada para pemain. Ketika kompetisi dimulai dan tim meraih kemenangan, manajemen tentu menyiapkan bonus untuk memotivasi pemain,” tutur Aditya.

Kepastian tersebut disambut positif oleh skuad Persela.

Gelandang Persela, Hambali Tholib, mengaku percaya penuh terhadap apa yang telah disampaikan manajemen. Baginya, setelah urusan di luar lapangan mendapat kepastian, pemain tinggal memiliki satu tugas utama: memberikan hasil terbaik.

“Dari pribadi saya, jika manajemen sudah menyampaikan bahwa musim ini aman, kami percaya penuh. Tugas kami sebagai pemain adalah membuktikannya di lapangan dan menjawab kepercayaan tersebut,” ujar Hambali.

Hal senada disampaikan penyerang Persela, Dendy Sulistyawan. Ia menilai kepastian dari manajemen membuat pemain bisa lebih tenang dalam menjalani kompetisi.

“Kepastian dari manajemen membuat pemain merasa tenang mengarungi kompetisi musim ini. Kami bisa lebih fokus menghadapi pertandingan untuk memenuhi target manajemen,” kata Dendy.

Persela Store Bertambah, Bisnis Mulai Menyasar Suporter di Daerah

Menariknya, strategi Persela musim ini tidak berhenti pada sponsorship.

Manajemen juga mulai memperluas bisnis ritel melalui Persela Store. Empat titik gerai baru ditambahkan sehingga kini jaringan penjualan merchandise Persela telah hadir di lima lokasi.

Ekspansi tersebut menjangkau sejumlah wilayah strategis, termasuk Paciran, Karanggeneng, Babat, dan Ngimbang.

Langkah ini menunjukkan bahwa Persela ingin membawa identitas Laskar Joko Tingkir lebih dekat kepada suporter, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat Kota Lamongan.

Merchandise kini bukan hanya menjadi atribut suporter di tribun, tetapi juga mulai diposisikan sebagai salah satu sumber pendapatan klub.

Selain bisnis merchandise, Persela juga mengambil langkah dalam sektor konsumsi di stadion.

Manajemen akan mengelola secara eksklusif produk food and beverage (F&B) selama pertandingan kandang berlangsung.

Dengan demikian, setiap pertandingan home bukan hanya menjadi agenda sepak bola, tetapi juga bagian dari roda ekonomi yang dapat memperkuat pemasukan klub.

Sponsor Berharap Persela Kembali Naik Kasta

Dukungan terhadap Persela juga datang dari para mitra bisnis.

Direktur Operasional PT Duta Merpati Indonesia, Rendy Andianto, berharap kerja sama yang memasuki tahun kedua tersebut dapat membantu Persela mencapai target lebih tinggi.

“Kami berharap tahun ini PT Duta Merpati Indonesia bersama sponsor lain dapat mendukung penuh Persela agar semakin maju dan mampu naik kelas ke kasta tertinggi Liga Indonesia,” ucap Rendy.

Sementara Direktur Marketing PT RTF atau dr.shield, Fenny, menyebut Persela memiliki posisi penting bagi masyarakat Lamongan.

“Persela adalah klub besar di Lamongan yang memberikan semangat bagi masyarakat. Kami sangat senang bisa bekerja sama kembali dan berharap kehadiran kami memberikan manfaat bersama,” tuturnya.

Dengan slot jersey yang telah penuh, kondisi finansial yang diklaim aman, ekspansi Persela Store, serta sumber pendapatan baru dari sektor F&B, Persela Lamongan kini tampak tengah membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar persiapan satu musim kompetisi.

Musim 2026/2027 akan tetap ditentukan oleh hasil di lapangan. Namun sebelum peluit pertandingan pertama dibunyikan, satu hal sudah ingin dipastikan manajemen: Laskar Joko Tingkir harus berdiri di atas fondasi yang lebih kuat.

Kini, dengan urusan finansial yang diklaim aman, bola selanjutnya benar-benar berada di kaki para pemain. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles