LAMONGAN, RONGGOHADI – Penyidikan kasus ledakan di pabrik bata ringan PT Superior Prima Sukses (SPS), Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, masih terus bergulir. Hingga kini, 16 saksi telah diperiksa polisi untuk mengungkap rangkaian kejadian sekaligus mencari penyebab pasti ledakan.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah mengatakan pemeriksaan saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
“Masih dalam penyelidikan, dan kami juga memintai keterangan terhadap saksi-saksi. Sebanyak 16 saksi yang sudah kami mintai keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lamongan, Selasa.
Selain memeriksa saksi, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan data serta petunjuk yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Libatkan Bidlabfor Polda Jatim
Untuk memastikan penyebab ledakan, Satreskrim Polres Lamongan juga berkoordinasi dengan Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Timur.
Adimas mengatakan kesimpulan mengenai penyebab ledakan nantinya membutuhkan keterangan dari ahli.
“Kepastiannya nanti akan ada ahli yang menyatakan. Kami juga sudah koordinasi dengan Bidlabfor Polda Jatim,” ujarnya.
Polisi hingga kini belum menetapkan tersangka karena proses penyelidikan masih berjalan. Pemeriksaan saksi, olah TKP, serta pendalaman bersama ahli masih dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai insiden tersebut.
Tujuh Pekerja Terdampak
Ledakan terjadi di ruang pengendapan PT SPS, Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Saat kejadian, terdapat tujuh pekerja yang sedang menjalankan aktivitas pada shift malam di ruang tersebut. Insiden itu menyebabkan para pekerja terdampak, dengan sebagian di antaranya meninggal dunia dan lainnya menjalani perawatan medis.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk mengetahui faktor yang menyebabkan ledakan. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian belum disampaikan karena masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan ahli. (rm)



