Pupuk Dinilai Cukup, Petani Diminta Bersiap Memasuki Musim Tanam
Terkait ketersediaan pupuk, Mugito memastikan bahwa alokasi pupuk di Lamongan secara umum mencukupi. Namun, kebutuhan pupuk saat ini belum mencapai puncaknya karena sebagian wilayah baru menyelesaikan panen.
Ia mengimbau petani yang telah selesai memanen padi, jagung, tembakau, maupun tebu agar segera menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.
Persiapan tersebut meliputi pembersihan sisa tanaman atau residu pascapanen, pengolahan lahan, serta perbaikan saluran drainase. Petani yang akan menanam jagung, khususnya pada lahan bekas tanaman sebelumnya, diminta memperdalam parit dan memperbaiki pematang agar tanaman tidak tergenang ketika hujan mulai turun.
Menurut Mugito, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Lamongan mulai menunjukkan tanda-tanda peralihan menuju musim hujan. Karena itu, petani perlu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan lahan agar proses tanam dapat segera dilakukan ketika kondisi memungkinkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian hama sejak awal, terutama tikus dan organisme pengganggu tanaman yang dapat berkembang pada sisa-sisa tanaman setelah panen.
“Kalau ada tanda-tanda hujan mulai turun, petani harus segera mempersiapkan diri untuk tanam. Saya berharap gangguan tikus tidak terjadi. Sejak awal harus dilakukan pengendalian agar tidak mengganggu proses tanam,” pesannya.
Perkuat Kelembagaan Petani dan Salurkan Bantuan Pertanian
Selain pengembangan teknologi, pemerintah daerah juga mendorong penguatan kelembagaan petani agar kebutuhan di lapangan dapat terhubung dengan program pemerintah.
Mugito menyebut pihaknya memfasilitasi konsolidasi organisasi petani, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kegiatan penguatan kelembagaan tersebut diharapkan membantu petani memperoleh informasi, pendampingan, dan akses terhadap program yang sesuai kebutuhan.
Dalam rangkaian kegiatan Festival HKTI di Desa Banjar Madu, Lamongan, turut diperkenalkan berbagai program dan bantuan pertanian. Mugito menyampaikan bahwa terdapat ratusan titik bantuan untuk mendukung infrastruktur dan kegiatan pertanian, termasuk irigasi perpompaan, bangunan konservasi, jalan usaha tani, serta bantuan pompa.
Ia berharap berbagai dukungan tersebut dapat memperkuat produktivitas pertanian dan menjaga peran Lamongan sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama.
Mugito juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS yang dirujuknya dalam wawancara, Lamongan masih berada di posisi teratas sebagai penghasil gabah di Jawa Timur.
Penggilingan Beras Diminta Patuhi Ketentuan Harga
Pada akhir wawancara, Mugito mengapresiasi kerja keras petani Lamongan yang telah menghasilkan panen padi, tembakau, kacang hijau, kangkung, dan tebu dengan hasil yang dinilainya baik.
Ia berharap produktivitas tersebut dapat terus dipertahankan melalui dukungan sarana pertanian, infrastruktur, dan penerapan teknologi.
Namun, ia juga mengingatkan pelaku usaha penggilingan dan produksi beras agar mematuhi ketentuan harga eceran yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan harga penting untuk menjaga tata niaga beras sekaligus menghindari sanksi apabila ditemukan pelanggaran oleh Satgas Pangan.
Melalui penguatan mekanisasi, pola tanam modern, pendampingan penyuluh, dan kelembagaan petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan berharap sektor pertanian semakin efisien serta mampu menarik minat generasi muda untuk ikut menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.(rm)



