Saturday, October 24, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Hari Santri, 850 Santri Yayasan Sabilillah Lamongan Gelar Salat Istisqa di Tengah Cuaca Panas

LAMONGAN, RONGGOHADI – Sekitar 850 santri Yayasan Sabilillah Lamongan menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas dan kondisi lahan yang terdampak kekeringan. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan sekolah Yayasan Sabilillah, Kamis (22/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Salat Istisqa ini diikuti santri MI Unggulan Sabilillah, Madrasah Tsanawiyah Unggulan Sabilillah, dan Madrasah Aliyah Unggulan Sabilillah. Salat dipimpin oleh Penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lamongan.

Selain menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon hujan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi para santri agar lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.

Kepala MI Unggulan Sabilillah, Uswatun Hasanah, mengatakan peringatan Hari Santri tahun ini dimaknai melalui kegiatan yang menumbuhkan kepedulian bersama, salah satunya dengan melaksanakan salat Istisqa.

“Pada kegiatan Hari Santri Nasional ini, kami memaknai dengan saling peduli sesama. Kami melaksanakan salat Istisqa dalam rangka meminta hujan. Semoga Allah menurunkan hujan dengan rahmat,” ujarnya.

Cuaca Panas Ganggu Kenyamanan Belajar

Menurut Uswatun, cuaca panas mulai memengaruhi aktivitas belajar santri. Sejumlah kegiatan yang biasanya dilaksanakan di luar ruangan terpaksa dipindahkan ke dalam kelas agar proses pembelajaran tetap berlangsung dengan nyaman.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali sejuk dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Semoga Allah mengetuk pintu langit dan menurunkan hujan dengan rahmat. Semoga kita semua menjadi lebih peduli dengan sesama,” tuturnya.

Dampak cuaca panas juga dirasakan Alula Farzana dan Ayatus Tsaniya, santri kelas V MI Unggulan Sabilillah. Keduanya mengaku prihatin terhadap kondisi cuaca sekaligus kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan.

Mereka berharap hujan segera turun karena dapat membantu menyejukkan lingkungan, membuat kegiatan belajar lebih nyaman, serta mendukung pertumbuhan tanaman.

“Kami sangat prihatin dengan kebakaran hutan di Kalimantan dan cuaca yang panas. Karena cuacanya panas, saya tidak terlalu nyaman untuk belajar. Semoga cepat terselesaikan dengan hujan, kalau hujan saya senang karena dingin, segar, bikin nyaman. Tumbuhan juga bisa cepat tumbuh,” katanya.

Bagi para santri, salat Istisqa menjadi pengalaman bermakna dalam memperingati Hari Santri Nasional 2026. Di tengah cuaca terik, mereka bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun, membawa kesejukan dan keberkahan, sekaligus membantu mengatasi kekeringan serta kebakaran lahan.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles