Monday, September 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sekadar Upacara, 58 Veteran Lamongan Pulang Bawa Tali Asih Rp1,5 Juta

LAMONGAN, RONGGOHADI – Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Lamongan, Senin (17/8/2026), tak hanya menjadi seremoni tahunan. Di tengah kibaran Merah Putih dan khidmatnya peringatan hari kemerdekaan, ada penghormatan khusus yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kepada mereka yang pernah mempertaruhkan hidup demi Indonesia.

Sebanyak 58 veteran pejuang kemerdekaan dan janda veteran menerima tali asih masing-masing sebesar Rp1,5 juta.

Pemberian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Lamongan. Bukan sekadar soal nominal, tali asih itu menjadi bentuk penghargaan atas jasa para veteran yang telah berjuang merebut sekaligus mempertahankan kemerdekaan.

Upacara dipimpin langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Suasana berlangsung khidmat. Pesan yang dibawa pun cukup jelas: kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus diteruskan melalui kerja nyata yang memberi dampak bagi masyarakat.

Veteran Jadi Pengingat Makna Kemerdekaan

Di tengah berbagai perubahan zaman, para veteran menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini tidak datang secara cuma-cuma.

Karena itu, Pemkab Lamongan memberikan perhatian khusus kepada para pejuang dan keluarga veteran dalam momentum 17 Agustus tahun ini.

Sebanyak 58 penerima mendapatkan tali asih senilai Rp1,5 juta per orang sebagai bentuk penghormatan pemerintah daerah.

Bagi para veteran, mungkin angka tersebut bukanlah hal utama. Yang jauh lebih penting adalah ketika perjuangan mereka masih diingat dan dihargai oleh generasi yang menikmati hasil perjuangan tersebut.

419 Warga Binaan Lamongan Juga Terima Remisi

Momentum HUT ke-81 RI di Lamongan juga membawa kabar baik bagi 419 warga binaan Lapas Lamongan.

Mereka mendapatkan Remisi Umum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan serta menunjukkan perubahan positif selama menjalani proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tahun ini tak hanya berbicara mengenai perjuangan masa lalu, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki masa depan.

Dari Alun-Alun Lamongan hingga Pendopo Lokatantra

Setelah pelaksanaan upacara, Bupati Lamongan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Detik-Detik Proklamasi secara virtual melalui Zoom Meeting dari Pendopo Lokatantra.

Rangkaian peringatan tersebut menjadi bagian dari refleksi bersama tentang bagaimana semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Bupati Yuhronur menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, sekaligus mendorong pembangunan yang adil dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Lamongan.

“Ini momentum menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, dan mewujudkan pembangunan yang adil dan makmur untuk seluruh masyarakat Lamongan,” tegasnya.

Pada akhirnya, 17 Agustus di Lamongan bukan hanya tentang mengingat bagaimana Indonesia merdeka. Ada veteran yang harus terus dihormati, ada mereka yang sedang berusaha memperbaiki diri di balik jeruji, dan ada masyarakat luas yang menunggu hasil nyata dari kemerdekaan.

Sebab, jika para pejuang dulu mengisi kemerdekaan dengan keberanian, maka generasi hari ini memiliki tugas yang tak kalah penting: mengisinya dengan kerja nyata dan memastikan kemerdekaan benar-benar terasa sampai ke kehidupan rakyat. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles