LAMONGAN, RONGGOHADI — Musyawarah Kabupaten atau Muscab ke-5 Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Lamongan periode 2026–2031 digelar di Aula Sabha Wiyata SMPN 1 Modo, Minggu Pon, 13 September 2026.
Dalam Muscab tersebut, Kiyatarto kembali dipercaya memimpin DPD Permadani Lamongan untuk periode 2026–2031. Kiyatarto terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan dari peserta musyawarah.
Kegiatan diawali dengan rangkaian acara Ambal Warsa yang berlangsung lancar. Ketua panitia, Sutekno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPD Permadani Lamongan Kiyatarto menyampaikan perjalanan Permadani, termasuk sejarah berdirinya Permadani di tingkat pusat yang dilatarbelakangi keprihatinan para pendahulu terhadap keberlangsungan adat dan budaya di kalangan generasi muda.
Kiyatarto juga menyampaikan perjalanan Permadani Lamongan yang berdiri pada 2 September 2006. Hingga saat ini, Permadani Lamongan telah melahirkan sejumlah bregada, termasuk Bregada ke-15.
Dalam kesempatan tersebut, kepengurusan DPD Permadani Lamongan periode 2022–2026 juga menyatakan demisioner setelah masa baktinya berakhir.
Memasuki Muscab ke-5, rapat dipimpin Bambang Irawan, dari bidang keorganisasian. Dalam pengantarnya, Bambang menjelaskan perjalanan Permadani Lamongan setelah wafatnya Romo Sutejo yang sempat mengalami kevakuman kegiatan.
Pada 2022, Permadani Lamongan kemudian menggelar musyawarah luar biasa yang memberikan amanat kepada Kiyatarto untuk melanjutkan masa bakti hingga 2026.
Bambang menilai selama dua tahun kepemimpinannya, Kiyatarto menunjukkan kinerja yang baik. Salah satunya ditandai dengan terbentuknya dua bregada selama masa kepemimpinannya.
Dalam forum Muscab, sejumlah peserta menyampaikan dukungan agar Kiyatarto kembali memimpin Permadani Lamongan. Usulan tersebut antara lain disampaikan Dewarno, Giran, Icun Prayadi, serta Karni.
Setelah mendengarkan pandangan peserta dan tidak adanya calon lain yang diajukan, forum akhirnya menyepakati Kiyatarto untuk kembali memimpin DPD Permadani Lamongan secara aklamasi untuk periode 2026–2031.
Selain Muscab, kegiatan juga diisi dengan Sarasehan Budaya. Imam Sujadi menyampaikan materi bertajuk “Budaya Rangkah Indonesia”, yang membahas adat tingkepan, mulai dari latar belakang, ubarampe atau perlengkapan, hingga tata pelaksanaan upacaranya.
Materi tersebut disampaikan secara interaktif dan mendapat antusiasme peserta, termasuk warga Permadani dari berbagai bregada serta siswa Bregada ke-15.
Sarasehan budaya kemudian dilanjutkan oleh Ki Salikin Suryawatmojo yang menyampaikan materi tentang selayang pandang budaya Indonesia. Ia menjelaskan pengertian kebudayaan serta membahas tiga bagian besar, yakni kesenian, sejarah dan cerita rakyat, serta museum dan kepurbakalaan.
Meski telah berusia lanjut, Ki Salikin tetap aktif menyampaikan pengetahuan budaya kepada para peserta yang mengikuti sarasehan hingga siang hari.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang secara swadana, pemotongan tumpeng, serta pemberian piagam penghargaan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan dukungan terhadap kegiatan Permadani Lamongan.
Dengan terpilihnya kembali Kiyatarto, Permadani Lamongan diharapkan semakin mampu menjaga, mengembangkan, dan mewariskan budaya Jawa kepada generasi muda.


