Saturday, September 19, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Bupati Tekankan Optimalisasi dan Pelayanan Publik

LAMONGAN, RONGGOHADI – Pemerintah Kabupaten Lamongan membidik pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun pada 2026. Target tersebut ditegaskan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bukan untuk menambah beban masyarakat, melainkan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Pernyataan itu disampaikan Yuhronur saat menjadi pembina Apel Korpri di Halaman Pemkab Lamongan, Kamis (17/9/2026). Di hadapan aparatur sipil negara (ASN), ia meminta seluruh insan Korpri ikut berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui optimalisasi pendapatan.

“Target PAD Rp1 triliun. Menaikkan target PAD ini bukan berarti menaikkan beban masyarakat, tapi adalah optimalisasi pendapatan yang belum optimal,” kata Yuhronur.

Menurutnya, masih terdapat potensi pendapatan daerah yang perlu digali dan dikembangkan. Optimalisasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pembiayaan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan di tengah pelaksanaan desentralisasi.

PAD Jadi Penopang Program Pembangunan

Yuhronur mengajak seluruh anggota Korpri untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan masyarakat Lamongan.

Ia menekankan bahwa PAD menjadi salah satu sumber pembiayaan pemerintah daerah. Karena itu, pengelolaan potensi pendapatan perlu dilakukan secara optimal agar dapat mendukung keberlanjutan berbagai program pembangunan.

Selain persoalan pendapatan daerah, Bupati juga mengingatkan aparatur pemerintah agar terus menjaga kualitas pelayanan publik. Menurutnya, perubahan kebutuhan masyarakat harus diikuti dengan perubahan cara pemerintah memberikan pelayanan.

“Tugas pemerintah daerah adalah melaksanakan pelayanan publik, melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

15 Program Prioritas Diminta Terus Dijalankan

Dalam kesempatan tersebut, Yuhronur meminta 15 program prioritas Pemkab Lamongan tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur pemerintah.

Ia mengajak seluruh jajaran Korpri memastikan program-program tersebut berjalan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Mari kita sukseskan, karena dengan menyukseskan 15 program ini dengan sendirinya kita akan menyukseskan tugas kita di pemerintahan,” katanya.

Menurut Yuhronur, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat.

Pelayanan Publik Harus Lebih Simpel dan Mudah

Yuhronur juga menyoroti tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Perubahan tersebut, kata dia, harus direspons aparatur pemerintah melalui pola pelayanan yang lebih adaptif.

Pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak berbelit-belit, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan warga.

“Masyarakat semakin berubah, tuntutan masyarakat juga berubah, untuk itu kita juga harus mengubah cara kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita harus memberikan cara yang lebih simpel, lebih mudah, lebih bisa diterima masyarakat, dan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Target PAD Rp1 triliun pun menjadi bagian dari agenda Pemkab Lamongan untuk memperkuat kapasitas pendapatan daerah. Di sisi lain, Yuhronur menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai tanggung jawab utama aparatur agar pembangunan dan pengelolaan pemerintahan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles