Tuesday, September 22, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

ISPA di Lamongan Naik, Dinkes Ungkap Kaitannya dengan Cuaca Kering dan Dehidrasi

LAMONGAN, RONGGOHADI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi cuaca yang panas dan kering, paparan debu, hingga dehidrasi menjadi hal yang perlu diwaspadai masyarakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Yani Khairurakhmawati, menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari kondisi tubuh hingga lingkungan.

Menurutnya, musim panas yang berlangsung cukup panjang membuat masyarakat berisiko mengalami dehidrasi tanpa menyadarinya. Ketika kebutuhan cairan tubuh tidak segera terpenuhi, kondisi imunitas dapat menurun sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

“Kalau musim panas yang panjang itu biasanya banyak orang yang dehidrasi tapi tidak sadar. Nah, kalau dehidrasi tidak segera dipenuhi maka biasanya imunnya langsung turun. Kemudian kena virus, akhirnya virusnya masuk,” jelas Yani saat berbincang bersama Novi di Radio Ronggohadi.

Dehidrasi Tak Selalu Ditandai Rasa Haus

Yani mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan rasa haus sebagai satu-satunya tanda tubuh membutuhkan cairan.

Ia menjelaskan, rasa haus dapat berkurang setelah seseorang mengonsumsi minuman dingin, tetapi kondisi dehidrasi belum tentu langsung teratasi. Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup.

“Ketika kita minum es itu langsung rasa hausnya hilang, tapi dehidrasinya tidak hilang. Ini yang lebih bahaya lagi,” ujarnya.

Selain mencukupi cairan, Yani juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat, dan kondisi imunitas selama cuaca kering.

Puskesmas Mulai Dipadati Pasien

Peningkatan keluhan pernapasan juga terlihat dari pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan. Yani menyebut salah satu Puskesmas bahkan sempat mengalami kondisi ruang rawat inap penuh.

Menurutnya, pasien dengan gejala influenza yang disertai panas tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih. Perawatan di fasilitas kesehatan dapat diperlukan untuk membantu rehidrasi, pemberian pengobatan sesuai kondisi pasien, serta mencegah infeksi berkembang hingga ke paru-paru.

Yani mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh demam tinggi yang muncul bersamaan dengan batuk atau gejala flu.

Kapan Harus ke Dokter?

Yani memberikan sejumlah tanda yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Demam di atas 38 derajat Celsius menjadi salah satu kondisi yang menurutnya perlu diperiksakan ke dokter.

Sementara jika hanya mengalami batuk, flu, atau rasa tidak enak badan tanpa demam tinggi, masyarakat masih dapat melakukan perawatan awal dengan memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan menjaga kondisi tubuh.

Namun, jika demam dan batuk berlanjut hingga hari ketiga, pemeriksaan ke dokter dianjurkan.

Selain demam tinggi, sesak atau gangguan pernapasan juga menjadi tanda yang harus segera mendapatkan pemeriksaan.

Yani menyebut, pada anak-anak, orang tua dapat memperhatikan apakah bagian dada terlihat naik-turun secara berlebihan saat bernapas. Sementara pada orang dewasa, frekuensi napas juga dapat diperhatikan.

“Kalau napasnya dalam satu menit lebih dari 24 kali atau lebih dari 28 kali maka harus diperiksakan ke dokter untuk mengetahui napasnya ini kenapa kok memberat,” jelasnya.

ISPA dan Influenza Tidak Sama

Dalam wawancara tersebut, Yani juga menjelaskan perbedaan antara ISPA dan influenza. Menurutnya, ISPA merupakan istilah umum untuk infeksi saluran pernapasan, sedangkan influenza secara spesifik disebabkan oleh virus influenza.

ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk virus, bakteri, jamur, maupun alergi. Debu dan partikel tertentu di udara juga dapat memperburuk kondisi orang yang memiliki alergi pada saluran pernapasan.

Sementara influenza disebabkan oleh virus.

“Jadi kalau infeksi saluran pernapasan atas itu bisa dari bakteri, bisa dari virus, bisa dari jamur atau bisa juga hanya karena alergi. Kalau influenza ini penyebabnya virus,” kata Yani.

Karena itu, gejala yang muncul dapat terlihat serupa dan penentuan penyebabnya perlu dilakukan melalui pemeriksaan tenaga kesehatan.

Dinkes Ingatkan Warga Gunakan Masker

Menghadapi kondisi cuaca yang kering, Yani mengingatkan masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Cuaca kering membuat partikel debu lebih mudah masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika berada di jalan atau tempat yang ramai.

Yani merangkum beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, yakni memperbanyak minum, menggunakan masker, menjaga pola makan, beristirahat cukup, dan tidak memaksakan diri saat bekerja.

“Cuacanya memang lagi cuaca kering banget. Yang pertama adalah minum yang banyak, kemudian usahakan memakai masker pada saat di jalan atau ketemu dengan orang banyak. Yang ketiga perkuat imun dengan makan yang bagus, istirahat yang bagus dan bekerja secukupnya,” pesannya.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat diminta lebih peka terhadap kondisi tubuh. Jika muncul demam tinggi, sesak napas, atau gejala yang semakin berat, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah yang perlu dilakukan.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles