Saturday, October 31, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Cegah Bullying dan Intoleransi, Duta Damai BNPT Ajak Pelajar Lamongan Cerdas Bermedia Sosial

RONGGOHADI, LAMONGAN – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Pelajar juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami keberagaman, serta bijak menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh narasi negatif.

Pesan tersebut disampaikan Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jawa Timur dalam kegiatan Duta Damai Goes to School di MAN 2 Lamongan, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema “Pelajar Cerdas Cinta Damai: Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan”, kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pelajar dan guru.

Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Ahmad Reza Rafsanjani, mengatakan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Arus informasi yang begitu cepat membuat pelajar perlu memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun narasi negatif yang berpotensi memicu perpecahan,” kata Reza.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik tanpa memandang perbedaan latar belakang. Karena itu, sikap saling menghargai, toleransi, dan keberanian menolak perundungan maupun kekerasan perlu ditanamkan sejak dini.

” Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap peserta didik. Tidak boleh ada tempat bagi intoleransi, bullying, maupun kekerasan,” ujarnya.

Reza menambahkan, pencegahan penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme yang menyasar anak-anak serta generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan modernisasi.

Ia mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi memudahkan masyarakat memperoleh informasi, tetapi di sisi lain juga dapat menjadi ruang berkembangnya perundungan dan ujaran kebencian.

“Bijak dalam bermedia sosial menjadi hal yang sangat penting. Ruang digital tidak hanya memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, tapi juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya perundungan dan ujaran kebencian,” kata Johny.

Karena itu, pelajar diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme. Kemampuan memahami perbedaan dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif.

Kepala MAN 2 Lamongan, Purnomo, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan siswa sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan sekolah terhadap pengaruh paham radikalisme dan terorisme.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Pelajar juga perlu memiliki karakter kuat, semangat kebangsaan, serta kemampuan menghargai keberagaman.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan mampu menjadi bagian dari terciptanya budaya sekolah yang damai, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui ruang digital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles