RONGGOHADI, LAMONGAN – Siapa sangka, dari balik jeruji besi bisa tumbuh lumbung pangan? Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan kembali mencuri perhatian publik dengan panen raya 10 ton padi, hasil kerja keras warga binaan lewat program unggulan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Tak hanya jadi inspirasi, langkah ini membuktikan bahwa ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari tempat yang tak biasa.
Panen padi yang berlangsung di lahan seluas 1,8 hektare ini merupakan puncak dari inovasi pemasyarakatan se-Jawa Timur yang kini jadi buah bibir. Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Kadiyono, menyebut varietas padi IR32 yang dipanen adalah hasil pembinaan sekaligus edukasi pertanian untuk warga binaan.
“Ini bukti nyata bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tapi juga proses transformasi untuk masa depan yang lebih baik. Dari sawah Lapas, untuk Indonesia,” ujar Kadiyono, Minggu (20/7/2025).
Tak hanya panen padi, Lapas Lamongan juga sukses membudidayakan ikan lele dan patin sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan. Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI tentang swasembada pangan dan menjadi model inspiratif bagi lapas lainnya di Indonesia.
Kalapas Lamongan, Heri Sulistyo, menambahkan bahwa para narapidana yang terlibat tak sekadar bekerja tanpa imbalan. Mereka mendapatkan premi atau upah layak atas kinerja mereka dalam mengelola pertanian dan perikanan.
“Kami ingin mereka merasa dihargai. Hasil panen sebagian dipakai untuk kebutuhan dapur umum, sisanya dijual dan disetor sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Heri.
Langkah ini bukan hanya mendidik keterampilan, tapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri para warga binaan. Bonusnya? Lapas turut menyumbang pemasukan negara!
Tak berhenti di ladang dan kolam, Lapas Lamongan juga menggandeng sejumlah perusahaan lewat program bakti sosial yang menyasar pada kesehatan petugas dan warga binaan. Ini menegaskan bahwa rehabilitasi di Lapas kini bukan isapan jempol, tapi gerakan nyata yang menyentuh berbagai sisi kehidupan.
“Kami berharap program seperti ini jadi awal yang baik. Agar para warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan keterampilan baru, mental sehat, dan semangat hidup yang lebih kuat,” pungkas Heri. (rm)



