Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Panen Raya Tembakau Lamongan 2025: Bertarung Lawan Kemarau Basah, Petani Tetap Raup Hasil Memuaskan

Ronggohadi, Lamongan – Di tengah tantangan iklim kemarau basah, petani tembakau Lamongan membuktikan bahwa kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Selasa (16/9/2025), Dusun Sahar, Desa Wateswinangun, Kecamatan Sambeng menjadi saksi Panen Raya Tembakau Lamongan 2025 yang dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Musim ini memang tak mudah. Para petani harus menanam bibit lebih dari sekali akibat cuaca yang tidak menentu. Namun kerja keras itu akhirnya terbayar.

“Pada musim tembakau tahun ini tantangannya adalah iklim. Menurut cerita para petani, butuh menanam bibit tembakau lebih dari satu kali agar bisa tumbuh normal. Alhamdulillah hasil panennya tetap memuaskan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Harga Tembakau Menggembirakan

Kabar baik datang dari sisi harga. Harga tembakau Lamongan 2025 pada panen raya kali ini tembus Rp 46 ribu – Rp 47 ribu per kilogram. Angka ini membuat senyum lega menghiasi wajah petani yang sempat cemas dengan kondisi cuaca.

Data mencatat, total luas tanam tembakau Lamongan mencapai 7.570 hektar, dengan 4.366 hektar sudah memasuki masa panen raya. Khusus di Desa Wateswinangun sendiri, terdapat 145 hektar lahan yang siap dipanen.

Dukungan Maksimal dari Pemkab

Lamongan memang dikenal sebagai daerah dengan potensi tembakau yang tinggi. Karena itu, Pemkab Lamongan terus mendorong kesejahteraan petani. Tahun ini, 26.173 kartu BPJS Ketenagakerjaan diserahkan kepada Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lamongan.

Tak hanya itu, bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) juga mengalir deras, mulai dari alat perajang tembakau, hand sprayer elektrik, kendaraan roda tiga, pompa air dangkal, hingga pembangunan jalan produksi tani, sumur, handtraktor, dan terpal untuk kelompok tani di Kecamatan Sambeng.

Pendampingan Hingga Pelatihan Intensif

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito, petani tembakau tak hanya mendapat bantuan alat, tetapi juga pendampingan sejak awal tanam.
Mulai dari imbauan penundaan jadwal tanam, pembuatan guludan tinggi, hingga pengaturan saluran air agar lahan tidak tergenang.

Bahkan, Pemkab juga memberi berbagai pelatihan untuk petani tembakau Lamongan, mulai dari pembibitan untuk satu kelompok, intensifikasi untuk sembilan kelompok, hingga penerapan intensifikasi kepada empat kelompok.

Tembakau Lamongan, Harapan di Tengah Tantangan

Panen raya kali ini bukan hanya tentang hasil melimpah, tapi juga tentang semangat pantang menyerah petani Lamongan. Meski digempur anomali iklim, mereka berhasil mempertahankan kualitas tembakau yang selama ini menjadi andalan daerah.

Dengan harga yang stabil dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, tembakau Lamongan tetap berdiri tegak sebagai komoditas unggulan yang memberi harapan bagi ribuan keluarga petani. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles