Thursday, May 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

World Cleanup Day 2025: Lamongan Angkut 550 Ton Sampah, Warga Diajak Kurangi Plastik!

Ronggohadi, Lamongan – Bayangkan, setiap harinya Kabupaten Lamongan menghasilkan rata-rata 550 ton sampah dari 27 kecamatan. Angka yang fantastis, setara dengan ribuan truk sampah yang menggunung jika tidak segera ditangani. Melihat kondisi ini, Pemkab Lamongan di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi alias Pak Yes terus menggenjot program pengelolaan sampah agar masalah klasik ini tidak menjadi bom waktu lingkungan.

Berbagai langkah ditempuh, mulai dari Tempats Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bank Sampah, TPS3R (Reduce-Reuse-Recycle), hingga TPA. Namun, progres TPS3R di Lamongan masih jadi pekerjaan rumah besar: dari total 474 desa dan kelurahan, baru 21 yang sudah aktif. Padahal, sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah seharusnya dilakukan dari sumber hingga ke TPA.

“Masalah sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengandalkan fasilitas. Edukasi masyarakat agar bijak menggunakan plastik sekali pakai juga harus terus digencarkan,” tegas Pak Yes saat melepas ribuan peserta aksi bersih sampah serentak dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2025 di Lapangan Gajah Mada, Jumat (19/9/2025).

Infrastruktur Sampah Mulai Diperkuat

Saat ini, TPST Samtaku sudah mampu mengelola rata-rata 40–45 ton sampah per hari dengan kapasitas maksimal 60 ton. Untuk memperkuat sistem, Pemkab sedang menyiapkan pembangunan TPST Dadapan yang akan mengcover wilayah Lamongan utara (pantura).

Tak tanggung-tanggung, target Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) 2024 adalah 70% sampah tertangani dan 30% bisa dikurangi dari sumbernya. Namun, capaian ini sangat bergantung pada dua hal penting: dukungan masyarakat dan ketersediaan fasilitas pengelolaan.

WCD 2025: Lamongan Bergerak Serentak

Peringatan World Cleanup Day 2025 menjadi momentum nyata. Aksi bersih sampah serentak digelar di seluruh desa, kelurahan, hingga kecamatan se-Lamongan. Sebanyak 100 pasukan kebersihan, 3 dump truck, dan 10 tossa diturunkan untuk menyisir titik-titik sampah, termasuk di wilayah Kecamatan Tikung, Babat, hingga Karangbinangun.

Gerakan ini bukan hanya simbolik, tapi juga ajakan pada masyarakat bahwa mengurangi sampah, khususnya plastik sekali pakai, harus dimulai dari rumah.

Menuju Lamongan Bersih dan Berkelanjutan

Lamongan tidak bisa bekerja sendiri. Peran warga dalam memilah sampah, mendukung bank sampah, hingga disiplin menjaga lingkungan adalah kunci agar volume 550 ton per hari itu tidak terus menekan ruang hidup.

Dengan kombinasi infrastruktur, regulasi, dan kesadaran publik, mimpi Lamongan bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan hal mustahil untuk diwujudkan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles