Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Misteri Keracunan Siswa SMAN 2 Lamongan, Dinkes Turun Tangan Cari Penyebabnya

Ronggohadi, Lamongan – Suasana tenang di lingkungan SMAN 2 Lamongan mendadak berubah setelah belasan siswa mengalami gejala keracunan pada Rabu (17/9/2025). Kejadian ini sontak membuat resah para orang tua dan warga. Untuk mencari titik terang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan langsung bergerak cepat melakukan investigasi.

Kepala Dinkes Lamongan, dr. Chaidir Annas, menegaskan pihaknya sudah menurunkan tim khusus untuk menelusuri penyebab keracunan. Mereka turun langsung ke sekolah, memeriksa lingkungan sekitar, hingga mengambil sampel makanan dan air dari kantin sekolah.

“Kami sedang meneliti perkembangan kasus keracunan ini. Tim sudah mengambil sampel makanan dan air untuk diuji di laboratorium, agar bisa diketahui penyebab pastinya,” jelas dr. Annas, Kamis (18/9/2025).

Uji Laboratorium Jadi Kunci

Menurutnya, seluruh sampel yang sudah diambil akan menjalani uji laboratorium mendalam. Hasil uji tersebut akan menjadi kunci untuk mengetahui dari mana sumber keracunan itu berasal.

Dinkes tidak hanya berhenti di sekolah. Mereka juga melakukan pengawasan lebih lanjut pada lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sumber masalah, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Informasi awal memang kami terima dari rumah sakit, lalu tim langsung turun. Kami pantau terus perkembangan dan lakukan pengawasan ketat di tempat-tempat yang perlu,” tambahnya.

Dua Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit

Pasca kejadian, sebagian besar siswa sudah membaik, namun dua siswa masih harus menjalani perawatan di RSI Nasrul Ummah Lamongan. Tim Dinkes pun ikut memantau kondisi keduanya untuk memastikan penanganan berjalan baik.

Selain itu, dr. Annas menegaskan bahwa pengawasan sanitasi, kebersihan lingkungan, dan keamanan pangan (SPPG) memang menjadi tugas rutin Dinkes. “Ada atau tidak adanya kejadian luar biasa (KLB), Dinkes tetap melakukan pengawasan. Tujuannya menjaga pola hidup bersih dan sehat di masyarakat,” ujarnya.

Antisipasi Kejadian Serupa

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kebersihan kantin sekolah, pengawasan makanan, serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan koordinasi antara sekolah, rumah sakit, dan Dinkes, diharapkan kejadian serupa bisa dicegah di kemudian hari. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles