Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sekadar Sepak Bola: Pertarungan Penuh Gairah di Lamongan Berakhir Imbang, Wasit Sibuk Checking VAR

Ronggohadi, Lamongan – Stadion Surajaya, Lamongan, pada Jumat sore (31/10/2025), menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan sepak bola yang tidak biasa dalam lanjutan Liga 2 Championship. Laga antara tuan rumah Persela Lamongan melawan PSIS Semarang berakhir dengan skor imbang 1-1, namun yang paling menarik perhatian adalah drama dua kartu merah dan keputusan-keputusan krusial dari Video Assistant Referee (VAR).

Babak I: Dinginnya Awal dan Sengatan Kilat PSIS

Awal babak pertama berjalan adem ayem, cenderung lambat, dengan bola lebih banyak berkutat di lini tengah. Peluang emas pertama milik Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, datang dari Jonathan Bustos dan Dodi Djin, namun sayangnya masih belum nendang ke gawang Rizky Darmawan.

Malapetaka justru datang menjelang turun minum. Setelah serangan Persela gagal, PSIS Semarang melancarkan serangan balik kilat yang mematikan. Krisna muncul sebagai pahlawan Mahesa Jenar di menit ke-43, mengubah skor menjadi 0-1. Sebuah gol yang mengejutkan publik tuan rumah!

Catatan Penting: Persela sudah harus kehilangan Zico Uldha di menit ke-18 karena cedera. Sebuah sinyal awal bahwa laga ini akan penuh badai!

Babak II: Gol Balasan Sang Legenda dan Hujan Kartu Merah VAR

Memasuki babak kedua, Persela bangkit dengan spirit yang berbeda. Hasilnya? Tidak butuh waktu lama! Sang kapten sekaligus legenda hidup, Beto Goncalves, menunjukkan kelasnya. Menerima umpan manis dari Dodi Djin, Beto menyarangkan bola di menit ke-57. Skor berubah, 1-1! Surajaya bergemuruh.

Namun, game changer sesungguhnya adalah intervensi teknologi. Tensi tinggi memuncak dan wasit harus bekerja keras dibantu VAR:

  1. Menit ke-62: Setelah checking VAR yang dramatis, bek PSIS, Luan Sergio, diusir wasit! Diduga melakukan tindakan mencederai (mengalihkan wajah) Adam Maulana dengan tangan. PSIS bermain dengan 10 pemain!
  2. Menit ke-69: Tak lama berselang, giliran Persela yang apes. Pemain pengganti, Sadewa, melakukan tekel keras dan berbahaya. Wasit kembali melihat VAR… dan hasilnya? Kartu merah kedua di menit ke-72 untuk Persela!

Kedua tim akhirnya harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain. Wasit bahkan memberikan tambahan waktu 11 menit saking banyaknya drama dan checking VAR. Di menit-menit injury time yang mendebarkan, nyaris terjadi gol bunuh diri Persela dari tandukan Daniel Goncalves, beruntung Mariyo Londok sigap.

Skor akhir: Persela Lamongan 1-1 PSIS Semarang. Sebuah hasil yang adil, namun menyimpan drama yang tak terlupakan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles