RONGGOHADI, LAMONGAN—Lamongan kembali diuji oleh fenomena alam ekstrem! Hujan deras yang tiba-tiba berubah menjadi angin puting beliung melanda Kecamatan Glagah pada Jumat sore (14/11/2025), meninggalkan kerusakan signifikan pada fasilitas publik dan infrastruktur desa.
Kejadian yang berlangsung cepat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan penting ambruk, termasuk kubah masjid dan menara wifi yang menjadi urat nadi komunikasi desa.
Jalur Karanggung Lumpuh: Pohon Tumbang Jadi Penghalang Utama
Dampak paling terasa terjadi pada akses transportasi. Angin kencang menumbangkan sejumlah pohon besar, yang sebagian di antaranya menutup bahu Jalan Karanggung sepenuhnya. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat parah dan terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup untuk mencegah kemacetan total.
Namun, di tengah kondisi darurat, semangat gotong royong khas Lamongan langsung menyala.
Aksi Cepat Tanggap: Warga dan pemerintah desa segera bahu-membahu bergerak di lapangan. Kepala Desa Karanggung, Usul, mengonfirmasi bahwa evakuasi dan pemotongan pohon yang tumbang dilakukan secara swadaya oleh perangkat dan masyarakat desa, bahkan hingga malam hari.
Kerugian Fasilitas Umum: Masjid, Balai Desa, dan Jaringan Komunikasi!
Kepala Desa Usul merinci kerusakan yang ditimbulkan puting beliung tersebut. Meskipun bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material pada fasilitas umum cukup signifikan:
- Kubah Masjid Ambruk
- Menara Wifi Roboh
- Kantor Balai Desa Rusak
- Pohon Tumbang di bahu jalan
Menariknya, hingga berita ini diturunkan, Usul mengaku pemerintah desa masih fokus pada pemotongan pohon tumbang secara swadaya dan belum sempat melapor secara resmi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebuah bukti otentik dari cepatnya respons komunitas lokal Lamongan. (rm)



