RONGGOHADI, LAMONGAN—Perjuangan tim gabungan dan warga Lamongan mencari korban tenggelam di Waduk Sumber Penguripan berakhir dengan duka. Setelah proses penyisiran intensif selama dua hari, satu santri Pondok Pesantren Darun Nuhat, Ahmad Syauqi Abdilah (19), asal Rungkut, Surabaya, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban ditemukan pada Kamis (11/12) sekitar pukul 11.30 WIB oleh tim gabungan yang memanfaatkan jaring untuk menyisir kedalaman waduk.
AKP Ahmad Asik, Kapolsek Solokuro, melalui Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengonfirmasi penemuan tersebut.
“Memang benar, satu orang telah ditemukan setelah dua hari pencarian di dalam waduk tersebut,” ujar Ipda M. Hamzaid.
Tragedi Heroik yang Berujung Maut
Kisah tenggelamnya Syauqi sungguh memilukan. Sebelum tenggelam, korban bersama sekitar sepuluh temannya sedang bermain dan mandi di waduk. Tragedi bermula ketika salah satu temannya kesulitan berenang dan meminta tolong.
- Aksi Pahlawan: Ahmad Syauqi segera bertindak cepat, membantu dan berhasil mengevakuasi rekannya itu ke tepi waduk hingga selamat.
- Keputusan Fatal: Setelah menolong, korban kembali berenang sendirian ke tengah waduk, berusaha menyeberang dari sisi timur ke sisi barat.
- Hilang: Saat berada di tengah, Syauqi tiba-tiba hilang dari pandangan teman-temannya yang panik.
Ditemukan Dekat Lokasi Tenggelam
Jasad Ahmad Syauqi ditemukan sekitar enam meter dari tanggul, tidak jauh dari titik awal ia dilaporkan tenggelam. Penemuan ini melibatkan tim solid dari Polsek Solokuro, Sat Polairud Polres Lamongan, BPBD Lamongan, serta warga setempat.
Setelah ditemukan, petugas langsung melakukan evakuasi jenazah ke daratan untuk penanganan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat tragis akan bahaya berenang di perairan umum, sekaligus meninggalkan kisah kepahlawanan Syauqi yang mengutamakan keselamatan temannya di atas segalanya. (rm)



