Sunday, May 10, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Sopir Ambulans yang Baru Diangkat PPPK Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Sukodadi Lamongan

RONGGOHADI, LAMONGAN—Dunia kesehatan dan kemanusiaan di Lamongan tengah diselimuti awan mendung. Dwi Siswanto (28), sosok yang sehari-harinya berjibaku dengan waktu demi menyelamatkan nyawa sebagai sopir ambulans, justru harus mengembuskan napas terakhirnya di aspal jalanan.

Tragedi ini terjadi di Jalan Raya Sukodadi – Plembon, tepatnya di Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, pada Kamis dini hari (18/12/2025). Luka mendalam semakin terasa mengingat korban baru saja meraih mimpinya dengan diangkat sebagai pegawai PPPK, sebuah babak baru dalam hidupnya yang kini harus tertutup selamanya.

 Kronologi: Benturan Keras Hingga Skok Depan Patah

Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan maut ini merupakan kecelakaan tunggal. Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor seorang diri melaju dari arah utara. Diduga karena memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, korban kehilangan kendali saat menghadapi tikungan tajam di Desa Menongo.

 “Korban melaju dengan kecepatan tinggi. Saat di tikungan, kendaraan tidak terkendali hingga terjungkal. Saking kerasnya benturan, skok depan sepeda motor korban sampai patah. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch Sokep.

 Apresiasi Petugas: Respon Cepat Melebihi Sistem 110

Di balik duka ini, ada catatan dedikasi dari jajaran Polsek Sukodadi. Petugas yang tengah melakukan patroli kewilayahan berhasil mencapai lokasi pada pukul 04.00 WIB, bahkan sebelum pengaduan resmi dari sistem 110 masuk sepenuhnya.

Detail KejadianInformasi
Waktu KejadianKamis, 18 Desember 2025 (± 03.15 WIB)
LokasiTikungan Desa Menongo, Sukodadi, Lamongan
KorbanDwi Siswanto (28), Warga Desa Menongo
PenyebabKecepatan Tinggi & Gagal Kendali (Kecelakaan Tunggal)
Instansi TerkaitPolsek Sukodadi & RS Muhammadiyah Lamongan

Iptu Moch Sokep bahkan mengusulkan penghargaan (reward) bagi anggotanya karena langkah penyelamatan dan evakuasi yang dianggap lebih cepat dan tepat sasaran dibandingkan jalur pengaduan standar.

 Selamat Jalan, Sang Pejuang Sirine

Kepergian Dwi Siswanto meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawatnya. Sebagai sopir ambulans, ia adalah “pahlawan di balik layar” yang seringkali menembus macet dan gelap malam demi keselamatan pasien. Kini, jalan yang biasa ia lalui untuk menolong orang lain, menjadi saksi bisu kepergiannya.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat berkendara, terutama di jam-jam rawan dan lokasi tikungan tajam. Kecepatan memang memberikan efisiensi, namun keselamatan adalah harga mati. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles