RONGGOHADI, LAMONGAN—Bagi Anda para pengguna setia Bus Trans Jatim Koridor VII rute Lamongan-Paciran yang sempat merasa “kehilangan” shelter favorit, bersiaplah! Setelah sekian lama harus rela memutar lewat jalan nasional akibat proyek perbaikan infrastruktur, bus hijau kebanggaan warga Jawa Timur ini dipastikan akan kembali ke rute asalnya pada Januari 2026.
Kembalinya bus ke rute semula ini menyusul rampungnya proyek peningkatan Jalan Plembon-Made, yang merupakan salah satu jalur poros strategis di Kabupaten Lamongan.
Proyek Rampung Besok: Menunggu Beton Matang Sempurna
Berdasarkan informasi terbaru, proyek pengecoran di jalur Plembon-Made ditargetkan tuntas total pada, 30 Desember 2025. Namun, demi kualitas jalan yang awet dan tahan lama (JAMULA), bus tidak bisa langsung melintas. Dibutuhkan waktu jeda agar beton benar-benar kering dan layak menahan beban berat bus.
Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan kini tengah bersiap melakukan koordinasi intensif dengan pihak pelaksana proyek.
“Setelah pengerjaan selesai, secepatnya kami akan berkoordinasi untuk memastikan kapan tepatnya bus bisa kembali ke rute semula. Prediksi kami, bulan depan (Januari) sudah bisa normal kembali,” jelas perwakilan Dishub Lamongan.
Kilas Balik: Drama Rute Pengalihan & Larangan “Ngetem”
Selama masa perbaikan jalan, rute Trans Jatim dialihkan dari Terminal Lamongan langsung menyisir jalan nasional menuju traffic light Sumlaran, Sukodadi. Namun, pengalihan ini menyisakan tantangan bagi penumpang:
- Shelter Terlewati: Beberapa titik shelter di jalur Made hingga Plembon tidak bisa melayani jasa angkutan.
- Aturan Ketat: Bus Trans Jatim dilarang keras mengambil atau menurunkan penumpang di sepanjang jalan nasional selama masa pengalihan.
Kondisi Terkini di Lapangan:
- Sisi Timur Polsek Lamongan: Masih dalam tahap finishing.
- Desa Baturono (Sukodadi ke Barat): Pengerjaan satu sisi sudah hampir rampung.
- Titik Lain: Mayoritas sudah dicor dua sisi dan tinggal menunggu waktu operasional.
Apa Keuntungannya Bagi Penumpang?
Kembalinya bus ke rute Terminal Lamongan – Made – Plembon – Paciran ini akan memulihkan aksesibilitas warga di wilayah pinggiran kota dan Sukodadi yang selama ini harus mencari alternatif transportasi lain.
Bagi mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan yang ingin menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL), kembalinya rute ini berarti ketepatan waktu yang lebih baik dan kembalinya fungsi shelter-shelter strategis yang lebih dekat dengan pemukiman. (rm)



