RONGGOHADI, LAMONGAN — Aroma kopi di pagi hari memang menggoda, tapi bagi 26 pelajar di Lamongan ini, aroma tersebut berubah menjadi “pahit” seketika. Pada Rabu (07/01/2026), personel Satpol PP Lamongan membuktikan bahwa nama “Operasi Kasih Sayang” bukan sekadar kiasan.
Alih-alih berada di dalam kelas mendengarkan penjelasan guru, puluhan siswa SMA dan SMK ini justru kedapatan asyik nongkrong di sejumlah warung kopi (warkop) kawasan kota saat jam pelajaran masih berlangsung efektif.
Kronologi: Razia Senyap di Tengah “Ngopi” Pagi
Operasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas menyisir titik-titik kumpul yang disinyalir menjadi tempat persembunyian favorit para pejuang bolos. Hasilnya cukup mengejutkan, petugas menjaring puluhan siswa yang masih mengenakan seragam lengkap namun asyik bercengkrama di balik kepulan asap rokok dan gelas kopi.
“Memang benar, kami melaksanakan razia kasih sayang pada saat jam sekolah. Sebanyak 26 siswa terjaring di warung kopi saat jam pelajaran sedang berlangsung,” tegas Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Lamongan, Puput Wisnu.
Bentuk “Kasih Sayang”: Dari Baris-Berbaris Hingga Surat Pernyataan
Satpol PP tidak memberikan hukuman fisik yang keras, melainkan “sentuhan” kedisiplinan yang mendidik. Para pelajar yang terjaring tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka harus melewati serangkaian proses pembinaan agar kapok:
- Pendataan: Identitas siswa dan asal sekolah dicatat secara mendetail.
- Latihan Kedisiplinan: Mereka diminta melakukan gerakan baris-berbaris (PBB) di tempat untuk mengembalikan semangat juang mereka sebagai pelajar.
- Surat Pernyataan: Membuat komitmen tertulis di atas kertas untuk tidak mengulangi perbuatan bolos sekolah.
Dasar Hukum: Bukan Sekadar Larangan Biasa
Langkah tegas Satpol PP ini memiliki landasan hukum yang kuat guna menjaga kualitas pendidikan dan ketertiban umum di Kabupaten Lamongan:
| Peraturan Daerah (Perda) | Tentang |
| Perda No. 04 Tahun 2007 | Ketentraman dan Ketertiban Umum |
| Perda No. 02 Tahun 2017 | Sistem Pendidikan di Kabupaten Lamongan |
Pesan Untuk Orang Tua dan Sekolah
Operasi ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperketat pengawasan. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan “Operasi Kasih Sayang” ini hadir sebagai bentuk kepedulian pemerintah agar generasi muda Lamongan tidak kehilangan arah hanya demi kenikmatan sesaat di meja warkop. (rm)



