RONGGOHADI, LAMONGAN — Angka 3.600 bukanlah sekadar barisan angka di atas kertas. Ini adalah sinyal bahaya bagi kesehatan publik di Kabupaten Lamongan. Sepanjang tahun 2025, ribuan warga tercatat harus berjuang melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Namun, jangan panik dulu! Tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan tidak tinggal diam. Sebuah “operasI besar” telah dirancang untuk memburu bakteri ini hingga ke akar-akarnya, dengan dukungan penuh dari “markas besar” di Jakarta.
Amunisi Tempur 2026: Dari Rontgen hingga Aplikasi E-Tibi
Kepala Bidang P2P Dinkes Lamongan, Yany Khoirurakhmawati (akrab disapa Bu Yani), menegaskan bahwa penanganan TBC kini naik kelas menjadi prioritas utama. Tak tanggung-tanggung, teknologi digital dan fasilitas medis canggih dikerahkan sekaligus.
Strategi Pengentasan TBC Lamongan:
- Skrining Mandiri: Warga bisa cek kesehatan lewat aplikasi E-Tibi atau datang ke Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
- Sokongan Pusat: Instruksi langsung dari Presiden Prabowo membawa bantuan alat tes dahak, tes liur, hingga foto rontgen gratis ke Puskesmas dan RS di Lamongan.
- Target Operasi: Perokok kini masuk dalam radar prioritas skrining karena risiko kerentanan paru yang tinggi.
Nutrisi: Benteng Utama yang Sering Terlupakan
Ada fakta menarik yang diungkap Bu Yani. Ternyata, lingkungan bersih saja tidak cukup. Kunci kemenangan melawan TBC adalah Gizi.
“Kebersihan lingkungan itu penting, tapi pemenuhan gizi adalah yang utama untuk imunitas. Daya tahan tubuh yang kuat adalah perisai terbaik agar bakteri TBC tidak bisa ‘berkembang biak’ di dalam paru kita,” tandas Yani, Selasa (10/2/2026).
Cek List: Apakah Anda Mengalami Gejala Ini?
Jangan abai! Jika Anda atau keluarga mengalami tanda-tanda berikut, segera manfaatkan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah:
| Gejala Umum TBC | Kondisi yang Harus Diwaspadai |
| Batuk | Berlangsung lama (lebih dari 2 minggu) dan membandel. |
| Keringat Malam | Berkeringat di malam hari meski tanpa aktivitas fisik. |
| Berat Badan | Turun secara drastis tanpa alasan yang jelas. |
| Nafsu Makan | Menurun secara signifikan. |
Melihat keseriusan Pemkab Lamongan yang berduet dengan program nasional Presiden Prabowo, optimisme untuk mengeliminasi TBC di Lamongan bukan lagi sekadar mimpi. Dengan deteksi dini yang masif (terutama lewat aplikasi E-Tibi), angka 3.600 kasus ini diharapkan bisa ditekan habis hingga nol. Ingat, TBC bisa disembuhkan asalkan diobati secara tuntas! (rm)



