Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Waduk Gondang Lamongan Dikeruk Besar-Besaran! Kapasitas Air Menyusut 5 Juta Kubik, Ribuan Hektare Sawah Bakal Terselamatkan

RONGGOHADI, LAMONGAN – Harapan baru bagi ribuan petani di Kabupaten Lamongan mulai terlihat. Setelah bertahun-tahun mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, Waduk Gondang Lamongan akhirnya akan menjalani pengerukan besar-besaran mulai Agustus 2026.

Langkah strategis ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mengembalikan kapasitas tampung waduk yang terus menyusut. Targetnya jelas, memastikan pasokan air irigasi tetap aman demi menjaga produktivitas pertanian di salah satu lumbung pangan Jawa Timur.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pengerukan dilakukan menggunakan metode dredging, teknologi pengerukan yang dinilai lebih efektif dalam mengangkat endapan lumpur di dasar waduk.

“Waduk Gondang memiliki peran penting dalam mendukung irigasi pertanian, yang menjadi salah satu sektor unggulan di Lamongan,” ujar Yuhronur saat meninjau pemasangan alat pengerukan, Senin (20/7/2026).

Kapasitas Waduk Gondang Turun Drastis

Data Pemerintah Kabupaten Lamongan menunjukkan, kapasitas awal Waduk Gondang mencapai sekitar 25 juta meter kubik. Namun akibat sedimentasi yang terus terjadi selama bertahun-tahun, volume tampungan kini tinggal sekitar 19,7 juta meter kubik.

Artinya, waduk kehilangan lebih dari 5 juta meter kubik daya tampung air.

Penurunan kapasitas tersebut mulai berdampak terhadap kemampuan waduk dalam memenuhi kebutuhan irigasi, terutama ketika musim kemarau datang.

Karena itulah, pengerukan menjadi langkah penting agar fungsi utama waduk sebagai penyimpan cadangan air dapat kembali optimal.

Air Irigasi untuk Lebih dari 10 Ribu Hektare Sawah

Keberadaan Waduk Gondang bukan sekadar penampung air biasa.

Waduk ini menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 10.588 hektare lahan pertanian yang tersebar di lima kecamatan, yakni:

  • Sugio
  • Sukodadi
  • Turi
  • Kembangbahu
  • Lamongan

Dengan kapasitas yang kembali meningkat, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan menjadi lebih stabil, terutama saat musim tanam berlangsung.

Pertama Kalinya Gunakan Teknologi Dredging

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi sebenarnya merupakan kegiatan pemeliharaan rutin.

Namun kali ini menjadi yang pertama menggunakan metode dredging, yaitu pengerukan langsung menggunakan alat berat terapung yang mampu mengangkat lumpur tanpa harus mengeringkan waduk.

Menurutnya, metode tersebut jauh lebih efektif dibanding cara konvensional.

Meski demikian, ia menegaskan pengembalian kapasitas waduk ke kondisi awal tidak bisa dilakukan hanya dalam satu tahap pengerukan.

“Pengerukan akan dilakukan secara bertahap karena sedimentasi yang terjadi cukup besar,” jelasnya.

Petani Sambut Baik, Biaya Irigasi Bisa Berkurang

Rencana pengerukan ini mendapat sambutan positif dari kalangan petani.

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi Waduk Gondang, Ramijo, menyebut tambahan kapasitas air akan sangat membantu kebutuhan irigasi selama musim tanam.

Selama ini ketika debit air waduk menurun, sebagian petani harus mengambil pasokan air dari Bengawan Jero, yang membutuhkan biaya operasional lebih besar.

Dengan kapasitas Waduk Gondang kembali meningkat, ketergantungan terhadap sumber air alternatif tersebut diperkirakan bisa dikurangi.

“Ketersediaan air yang lebih baik tentu akan membantu petani, terutama saat musim tanam pertama hingga ketiga,” ujarnya.

Langkah Strategis Menjaga Ketahanan Pangan Lamongan

Pengerukan sedimentasi Waduk Gondang menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur, keberlangsungan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang stabil sepanjang tahun.

Melalui revitalisasi waduk, pemerintah berharap produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles