Sunday, August 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Waspada! 89 Desa di Lamongan Terancam Krisis Air Bersih Saat Kemarau, BPBD Siapkan 150 Tangki Air

LAMONGAN, LAMONGAN – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Lamongan. Sebanyak 89 desa yang tersebar di 15 kecamatan dipetakan berpotensi mengalami krisis air bersih apabila curah hujan terus menurun dalam beberapa pekan ke depan.

Meski hingga kini belum ada laporan desa yang meminta bantuan air bersih, Pemerintah Kabupaten Lamongan memilih tidak menunggu kondisi memburuk. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga armada distribusi air bersih yang siap bergerak kapan saja.

Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air sebelum kekeringan benar-benar meluas.

BPBD Lamongan Siaga, 150 Tangki Air Disiapkan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan penanganan apabila krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat.

“Hingga saat ini belum ada permintaan dropping air bersih dari desa-desa yang berpotensi terdampak kekeringan,” ujar Sugeng, Senin (20/7/2026).

Meski belum ada permintaan resmi, BPBD Lamongan telah menyiapkan 150 rit distribusi air bersih menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan warga apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“BPBD Lamongan juga sudah siap 150 rit truk tangki air bersih bila memang sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.

89 Desa di 15 Kecamatan Masuk Zona Rawan Kekeringan

Hasil pemetaan terbaru BPBD menunjukkan ada 89 desa di 15 kecamatan yang memiliki potensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau 2026.

Pemerintah meminta seluruh desa di wilayah rawan segera melapor apabila mulai mengalami penurunan debit air atau kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui pemerintah kecamatan sebelum diteruskan ke BPBD Lamongan.

“Desa bisa mengajukan permohonan air bersih ke BPBD Lamongan melalui pemerintah kecamatan,” kata Sugeng.

Pemantauan Embung dan Waduk Terus Dilakukan

Selain menyiapkan armada distribusi, BPBD Lamongan juga terus memantau kondisi berbagai sumber air di daerah.

Pemantauan dilakukan terhadap:

  • Embung desa
  • Waduk
  • Sumber mata air
  • Cadangan air baku

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana kontinjensi penanganan kekeringan, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Masyarakat Diminta Mulai Hemat Air

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola penggunaan air secara bijak, terutama di wilayah yang selama ini dikenal rawan kekeringan.

Penghematan penggunaan air dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga ketersediaan cadangan air hingga musim penghujan kembali datang.

Selain itu, pemerintah desa diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan apabila mulai muncul tanda-tanda krisis air bersih di wilayahnya.

“Dengan koordinasi yang cepat, distribusi air bersih dapat segera dilakukan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” pungkas Sugeng.

Antisipasi Lebih Penting daripada Penanganan

Belajar dari musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Lamongan memilih mengedepankan langkah antisipatif dibanding menunggu kondisi darurat.

Kesiapan armada, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih untuk rumah tangga.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan warga di wilayah rawan tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mengalami krisis air bersih berkepanjangan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles