RONGGOHADI, LAMONGAN – Pendidikan agama di Kabupaten Lamongan memasuki babak baru. Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP Kabupaten Lamongan periode 2026–2029 resmi dilantik dengan membawa semangat memperkuat karakter peserta didik melalui School Religious Culture (SRC) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pelantikan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Pucuk, Kamis (30/7/2026), tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum menyatukan visi para guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Ratusan guru PAI dari berbagai SMP di Lamongan hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dipadukan dengan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan School Religious Culture (SRC) dan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Ahmad Mawardi Nahkodai MGMP PAI SMP Lamongan
Dalam agenda tersebut, Ahmad Mawardi, S.Ag., M.Pd.I resmi dilantik sebagai Ketua MGMP PAI SMP Kabupaten Lamongan masa bakti 2026–2029.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Lamongan Megilan, dilanjutkan sambutan para pejabat Kementerian Agama serta sesi penguatan kompetensi guru.
Pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi para guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya religius di lingkungan sekolah.
Kemenag Lamongan: Pengurus Baru Harus Bergerak dengan Program Nyata
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Dr. H. Muhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus segera bekerja melalui manajemen organisasi yang terstruktur.
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip planning, organizing, dan controlling dalam setiap program MGMP.
“Pengurus baru harus segera menyusun program kerja yang jelas. Jaga kekompakan serta bangun kebersamaan dan kolaborasi. Selain itu, setiap semester harus ada kegiatan peningkatan kompetensi guru,” tegasnya.
Menurutnya, Lamongan memiliki tradisi melahirkan prestasi di bidang pendidikan yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan hingga jenjang SMP.
Delapan Karakter Guru PAI Masa Depan
Sementara itu, Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Moh. Amak Burhanudin, M.Pd.I, mengajak seluruh guru PAI untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan MGMP tidak terpusat di satu lokasi, melainkan bergilir ke berbagai kecamatan sehingga mampu memperkuat kebersamaan antarpendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Amak memperkenalkan konsep PAIS BERAKTI, delapan karakter utama yang menjadi arah pembinaan guru Pendidikan Agama Islam, yaitu:
- Berakhlakul Karimah
- Rajin Mengaji
- Aktif Salat Fardu
- Kejar Fadilah Duha
- Terus Berprestasi
- Kreatif dan Inovatif
- Ramah dan Moderat
- Aktif serta Siap Supervisi
Konsep tersebut diharapkan mampu membentuk guru PAI yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam pembentukan karakter siswa.
Sambutan Penuh Kehangatan dari SMPN 1 Pucuk
Suasana pembukaan terasa berbeda ketika Kepala SMP Negeri 1 Pucuk, Muhammad Said, S.Pd., M.Pd, menyambut para tamu dengan tiga bait pantun yang mengundang senyum para peserta.
Sebagai tuan rumah, ia menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada SMPN 1 Pucuk sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan strategis tersebut.
Menurut Said, penguatan School Religious Culture dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah penting dalam membangun generasi yang religius sekaligus menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Penguatan School Religious Culture (SRC) serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah langkah nyata untuk membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, toleran, dan berlandaskan kasih sayang. Kami berharap materi hari ini dapat diimplementasikan secara optimal di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Guru Dibekali Strategi Pembelajaran Mendalam
Usai pelantikan, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) School Religious Culture (SRC) yang dipandu Isumito, S.Pd.I., M.A. bersama narasumber Dien Rahma, M.Pd.I dan H. Abdul Andika, S.E.I., M.E.I dari Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Diseminasi Pembuatan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang disampaikan Drs. H. Saiful Amirin, M.Ag serta Yan Irma Sofi, S.Pd.I.
Melalui sesi tersebut, para guru memperoleh bekal praktis dalam menyusun pembelajaran yang lebih humanis, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Menyiapkan Pendidikan yang Tak Hanya Cerdas, Tetapi Juga Berkarakter
Pelantikan pengurus MGMP PAI SMP Lamongan periode 2026–2029 bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi profesi guru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan agama yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Dengan penguatan budaya religius sekolah, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, Lamongan menegaskan kesiapannya mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, toleransi, dan kepedulian sosial.(rm)



