RONGGOHADI, LAMONGAN – Semangat menjaga warisan budaya Nusantara menggema di Kabupaten Lamongan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan masa bakti 2026–2031 resmi dilantik melalui prosesi sarat makna yang menghadirkan ritual penyatuan tanah dan air dari 27 kecamatan, Sabtu (1/8/2026).
Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni. Penyatuan tanah dan air menjadi simbol kuat bahwa keberagaman budaya, adat istiadat, dan sejarah dari seluruh wilayah Lamongan dipersatukan dalam satu tekad untuk menjaga identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Prosesi dimulai sejak pukul 08.00 WIB di Alun-Alun Lamongan. Perwakilan dari 27 kecamatan membawa tanah dan air dari daerah masing-masing sebelum kemudian diarak menuju Pendopo Lokatantra dengan iringan cucuk lampah, Pataka MATRA, dan lantunan macapat yang menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental.
Sesampainya di Pendopo Lokatantra, tanah dan air tersebut ditanam di halaman sebagai lambang persatuan seluruh 474 desa dan kelurahan di Kabupaten Lamongan.
Budaya Menjadi Pondasi Masa Depan Lamongan
Pelantikan DPD MATRA Lamongan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, para camat, tokoh agama, budayawan, juru kunci makam hingga perwakilan MATRA dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, Gresik, dan Pasuruan.
Acara berlangsung khidmat diawali dengan lagu Indonesia Raya, Mars Lamongan, Mars MATRA, pemutaran video profil organisasi, laporan panitia, pembacaan Surat Keputusan DPW MATRA Jawa Timur, hingga doa lintas agama sebagai simbol keberagaman yang hidup berdampingan.
Puncak acara ditandai dengan pelantikan 24 pengurus DPD MATRA Kabupaten Lamongan melalui pembacaan ikrar, penyematan pin, penandatanganan pakta integritas, serta penyerahan Pataka MATRA.
Dalam pelantikan tersebut, KRTH. Sumbodo Kusuma Citraningrat Drs. M.S. Heruwidi, M.M. resmi dipercaya memimpin DPD MATRA Lamongan periode 2026–2031.
“Kami hadir untuk melestarikan budaya lokal, menguatkan akar budaya bangsa, dan menjadikan Lamongan sebagai daerah yang bangga dengan identitas budayanya,” tegas Heruwidi.
Bupati Lamongan: Budaya Adalah Identitas Daerah
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga investasi penting bagi masa depan daerah.
Menurutnya, budaya merupakan identitas sekaligus aset yang mampu memperkuat karakter masyarakat hingga menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati menyerahkan sertifikat kepada 41 juru kunci situs budaya sebagai simbol filosofi “Kiblat Papat Limo Pancer”, sekaligus menerima buku Busana Khas Lamongan yang menjadi salah satu referensi pelestarian budaya daerah.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung penuh pelestarian budaya. Budaya adalah identitas dan daya tarik daerah. Mari bersama-sama menyelamatkan bangsa dengan menguatkan akar budaya,” ujar Bupati.
Juru Kunci Ikut Masuk Struktur Organisasi
Keunikan kepengurusan DPD MATRA Lamongan kali ini terlihat dari keterlibatan puluhan juru kunci situs budaya yang masuk dalam struktur organisasi.
Selain unsur penasihat, wakil ketua, sekretaris, bendahara, 15 bidang kerja, Srikandi MATRA, hingga Seno Aji, para juru kunci akan berperan aktif mendokumentasikan serta menjaga situs-situs bersejarah di Lamongan agar tetap lestari.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal sinergi antara pelestarian budaya, edukasi sejarah, hingga pengembangan wisata berbasis kearifan lokal.
Target Konsolidasi hingga Seluruh Kecamatan
Usai resmi dilantik, DPD MATRA Lamongan menargetkan konsolidasi organisasi dan sosialisasi ke seluruh kecamatan agar semakin banyak masyarakat mengenal pentingnya menjaga adat, budaya, dan sejarah daerah.
Di tengah perkembangan zaman, MATRA ingin memastikan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Lamongan.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, foto bersama seluruh tamu undangan, serta ramah tamah sebagai simbol dimulainya perjalanan baru DPD MATRA Lamongan periode 2026–2031. (rm)



