Thursday, September 10, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Sewa Sport Center Lamongan Sudah Tembus Separuh Target PAD, Akhir Tahun Ditarget 100 Persen

LAMONGAN, RONGGOHADI – Sport Center Lamongan (SCL) mulai menunjukkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga pertengahan tahun, penerimaan dari sektor retribusi sewa fasilitas olahraga tersebut telah mencapai lebih dari separuh target Rp90 juta yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Capaian itu membuat Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan optimistis target tersebut dapat direalisasikan sepenuhnya hingga akhir tahun.

Kepala Disbudporapar Lamongan Siti Rubikah melalui Kabid Keolahragaan Fauzan Badri mengatakan, evaluasi terhadap aktivitas sewa SCL menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Menurutnya, masih tersedia beberapa bulan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas sehingga penerimaan dapat terus bertambah.

“Untuk PAD dipisahkan, SCL dan stadion sekarang berbeda karena regulasinya sudah dipisah,” ujar Fauzan.

SCL Andalkan Pendapatan dari Sewa Fasilitas

Berbeda dengan stadion, pendapatan SCL saat ini murni berasal dari sewa fasilitas, baik fasilitas yang berada di dalam maupun di luar gedung.

Namun, tidak seluruh kegiatan yang menggunakan fasilitas SCL dikenakan retribusi. Kegiatan yang berkaitan dengan penunjang pemerintahan dibebaskan dari biaya sewa.

Kondisi tersebut membuat ruang untuk menggenjot penerimaan komersial tetap terbatas. Meski begitu, pengelola optimistis aktivitas penyewaan yang ada masih mampu menopang pencapaian target tahunan.

Fauzan menyebut, pada tahun-tahun sebelumnya SCL juga selalu mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Besaran tarif sewa pun telah memiliki ketentuan melalui payung hukum yang berlaku. Setiap penerimaan dari penyewaan fasilitas selanjutnya disetorkan ke kas daerah.

Jadi Langganan Turnamen Olahraga

Salah satu sumber aktivitas sewa SCL berasal dari berbagai kegiatan olahraga. Gedung tersebut selama ini menjadi salah satu lokasi yang kerap digunakan untuk turnamen, mulai dari futsal hingga bola basket.

Aktivitas pertandingan maupun turnamen membuat pemanfaatan fasilitas olahraga tetap berjalan sekaligus membuka peluang tambahan penerimaan daerah.

Di sisi lain, pengelola juga memastikan fasilitas penunjang tetap dalam kondisi layak digunakan. Pemeliharaan dilakukan secara rutin, termasuk menangani bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Salah satunya titik atap yang sebelumnya mengalami kebocoran.

“Untuk yang bocor sudah diperbaiki, namun tidak ada peningkatan hanya pemeliharaan rutin,” tuturnya.

Dengan realisasi yang telah melewati separuh target di pertengahan tahun, Disbudporapar Lamongan masih memiliki sejumlah bulan untuk mengejar sisa penerimaan. Tantangannya adalah menjaga tingkat pemanfaatan SCL sekaligus mengoptimalkan kegiatan berbayar yang sesuai dengan ketentuan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles