RONGGOHADI, LAMONGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Salah satunya melalui program pasar murah yang digelar di Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (1/11/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Iwan, mengatakan pasar murah memiliki empat tujuan utama. Selain menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mendekatkan akses kebutuhan pokok serta memberdayakan industri kecil dan menengah (IKM).
“Pertama, tentunya untuk stabilisasi harga yang sekarang mulai merangkak naik. Kedua, menjaga daya beli masyarakat. Ketiga, mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat, dan yang keempat adalah pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM),” ujarnya.
Menurut Iwan, pasar murah tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk IKM agar semakin dikenal masyarakat.
Dalam setiap pelaksanaan pasar murah, sekitar 10 IKM dilibatkan untuk menawarkan berbagai produk. Keterlibatan pelaku usaha lokal ini diharapkan mampu membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara produsen, pedagang, dan konsumen.
“Empat fungsi ini terus kita gulirkan. Salah satunya adalah pemberdayaan IKM. Dalam satu kali event pasar murah, ada sekitar 10 IKM. Kalau terus kita kalikan, akan terbentuk satu ekosistem ekonomi di dalam pasar murah ini,” jelasnya.
Iwan menambahkan, kegiatan pasar murah akan terus diperluas ke berbagai wilayah, terutama menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus membantu meredam tekanan harga pada periode meningkatnya permintaan.
Manfaat pasar murah juga dirasakan warga. Anisa, salah satu pengunjung, mengaku terbantu karena sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Ia memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli beras, telur, dan daging guna memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Alhamdulillah sangat terbantu, karena harganya lebih murah dari pasaran. Saya tadi membeli beras, telur, dan daging untuk kebutuhan keluarga. Harapannya, pasar murah seperti ini bisa terus diadakan,” tuturnya.
Melalui program ini, Pemprov Jatim berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Di sisi lain, keterlibatan IKM diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal menjelang momentum akhir tahun.



