Tuesday, November 3, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Produksi Padi Tertinggi se-Jatim, Lamongan Raih Wilwatikta Awards 2026, Petani Masih Hadapi Tantangan

RONGGOHADI, LAMONGAN – Kabupaten Lamongan mencatatkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Jawa Timur pada 2025. Dengan hasil mencapai 904,93 ribu ton, Lamongan menempati posisi pertama sekaligus meraih penghargaan Terbaik 1 Kategori Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras) dalam Wilwatikta Awards 2026 di Surabaya, Jumat (30/10/2026).

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan produksi yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lamongan pada 2025 naik 16,57 persen atau bertambah 154,67 ribu ton dibandingkan 2024.

Pada 2024, produksi padi Lamongan tercatat sebesar 776,29 ribu ton GKG. Angka tersebut meningkat menjadi 904,93 ribu ton pada 2025.

Peningkatan produksi turut ditopang oleh bertambahnya luas tanam sebesar 17,38 persen hingga mencapai 153,38 ribu hektare. Selain itu, realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Lamongan juga melampaui target nasional.

Dari target 192.373 hektare, realisasi LTT mencapai 192.430 hektare. Capaian tersebut dinilai turut mendorong pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum produktif serta membuka peluang kerja di sektor pertanian.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan penghargaan Wilwatikta Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh pihak yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh, hingga perangkat daerah. Kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan fisik, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang,” ujar Yuhronur, Minggu (1/11/2026).

Meski berhasil menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur, capaian tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama terkait kesejahteraan petani.

Sejumlah kelompok tani di wilayah Lamongan selatan disebut masih mengeluhkan hasil panen yang belum sepenuhnya sebanding dengan peningkatan produksi. Fluktuasi harga gabah, khususnya ketika panen raya, menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani.

Selain harga jual, biaya operasional pertanian juga masih menjadi perhatian. Persoalan ketersediaan pupuk bersubsidi turut disebut sebagai salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan usaha tani.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari besarnya angka produksi. Stabilitas harga gabah, kemudahan memperoleh sarana produksi, dan peningkatan pendapatan petani juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan.

Dengan capaian produksi dan penghargaan yang diraih, tantangan berikutnya bagi Lamongan adalah memastikan keberhasilan sektor pertanian turut dirasakan oleh petani sebagai pelaku utama produksi pangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles