RONGGOHADI, LAMONGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan memetakan lima kecamatan yang berpotensi terdampak banjir genangan saat musim penghujan. Kelima wilayah tersebut meliputi Kecamatan Deket, Melaka, Karangbinangun, Kalitengah, dan Turi.
Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjadi perhatian BPBD Lamongan menjelang perubahan musim. Upaya tersebut diperkuat melalui apel kesiapsiagaan bencana yang digelar di Alun-Alun Lamongan, Kamis (5/11/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Samian, mengatakan apel tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk mengecek berbagai peralatan yang akan digunakan ketika terjadi bencana, mulai dari perlengkapan evakuasi, logistik, hingga kendaraan operasional.
“Jadi tujuannya untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Di apel itu kita juga mengecek kesiapan, selain personel juga sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana,” jelas Samian dalam wawancara bersama Radio Ronggohadi.
Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI, Polri, relawan, dan pihak terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena penanganan bencana membutuhkan koordinasi banyak pihak.
Samian menyebut kesiapsiagaan juga harus diperkuat hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah desa dan kecamatan diimbau mengaktifkan posko kebencanaan, menyiapkan peralatan, serta melakukan pemantauan kondisi wilayah masing-masing.
Pemeriksaan perlu dilakukan terhadap tanggul sungai, saluran air, serta infrastruktur lain yang berpotensi memengaruhi kondisi saat musim penghujan.
Lima Kecamatan Jadi Perhatian
Berdasarkan pemetaan BPBD Lamongan, lima kecamatan di wilayah Bengawan Solo yang pernah terdampak banjir genangan pada tahun sebelumnya adalah Deket, Melaka, Karangbinangun, Kalitengah, dan Turi.
Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama melalui pemantauan wilayah dan pengecekan infrastruktur pengendali air.
Selain ancaman banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai angin kencang yang kerap terjadi pada masa peralihan musim.
Samian mengimbau warga memeriksa kondisi pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal. Pohon yang sudah mati, kering, atau berpotensi tumbang perlu ditangani agar tidak membahayakan masyarakat.
Memasuki musim penghujan, warga juga diminta menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sementara itu, tanggul sungai maupun tanggul di kawasan sawah dan tambak perlu diperiksa serta diperbaiki sebelum debit air meningkat.
“Untuk musim penghujan, tentu kami berharap masyarakat juga bisa menjaga kebersihan saluran-saluran air, bisa bersih dari sampah, jangan membuang sampah sembarangan. Kemudian tanggul-tanggul itu juga diperbaiki, baik tanggul sungai maupun tanggul sawah tambak,” ujarnya.
BPBD Lamongan berharap kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga menjadi perhatian seluruh masyarakat. Dengan koordinasi lintas sektor, pemantauan wilayah, dan kepedulian terhadap lingkungan, risiko serta dampak bencana hidrometeorologi diharapkan dapat diminimalkan.



