Tuesday, November 3, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

IPG Lamongan Naik Jadi 90,28, Indeks Ketimpangan Gender Turun ke 0,219

RONGGOHADI, LAMONGAN – Indikator pembangunan gender di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren perbaikan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) meningkat menjadi 90,28 pada 2025, sedangkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) turun menjadi 0,219 pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPG Lamongan meningkat dari 88,99 pada 2021 menjadi 90,28 pada 2025. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin menyempitnya kesenjangan capaian pembangunan antara perempuan dan laki-laki.

Di sisi lain, IKG Lamongan juga mengalami penurunan cukup besar, dari 0,423 pada 2021 menjadi 0,219 pada 2025. Penurunan nilai indeks ini mengindikasikan berkurangnya ketimpangan gender dalam sejumlah dimensi pembangunan yang diukur.

Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebut perbaikan tersebut sejalan dengan penerapan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). Strategi ini diintegrasikan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi kebijakan dan program pembangunan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pembangunan inklusif perlu memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi serta memperoleh manfaat pembangunan.

“Menurut kami pembangunan inklusif adalah perempuan dan laki-laki yang memperoleh kesempatan setara untuk berpartisipasi, berkembang, mendapatkan perlindungan, dan juga menikmati manfaat pembangunan. Komitmen ini yang terus kami upayakan di Lamongan,” ujar Yuhronur, Senin (2/11/2026).

Bupati yang akrab disapa Yes itu menyampaikan, komitmen pengarusutamaan gender juga diwujudkan melalui penambahan alokasi anggaran responsif gender pada 2026. Selain itu, terdapat 460 kegiatan tahunan yang mendukung pelaksanaan strategi tersebut.

Peningkatan IPG dan penurunan IKG menjadi dua indikator yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan gender di Lamongan. Namun, upaya pemerataan tetap perlu dilanjutkan agar kesetaraan tidak hanya tercermin dalam angka indeks, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui akses pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles