Ronggohadi, Lamongan – Gelombang demo yang mengguncang Lamongan berdampak langsung pada dunia pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibat pembelajaran tatap muka dihentikan dan diganti daring, ribuan porsi MBG yang biasanya tersaji di sekolah kini dialihkan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes).
Plt Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan, Zunita Putri, mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan mendadak menyusul kondisi keamanan yang kurang kondusif. “Alhamdulillah meski sekolah libur, MBG tetap tersalurkan meski harus dialihkan ke ponpes. Kita berharap situasi segera normal,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Setidaknya 3.540 porsi MBG dialihkan ke beberapa ponpes dan lembaga pendidikan berbasis asrama. Salah satunya Ponpes Langgar Bambu di Desa Tambirkadung, Kecamatan Tikung, yang mendapat jatah 200 porsi. Para santri pun antusias menyambut distribusi ini. “Anak-anak senang sekali, semua santri kebagian MBG. Kami berharap program ini terus berlanjut,” kata Pengasuh Ponpes, Kiai Mansyur.
Gelombang aksi demo yang terjadi dua hari berturut-turut, Minggu (31/8/2025) dan Senin (1/9/2025), membuat sejumlah sekolah di Lamongan harus diliburkan mendadak dan diganti pembelajaran daring. Keputusan ini menjadi solusi sementara untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan gizi anak-anak tetap terjaga lewat MBG.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan distribusi MBG akan kembali ke jalur semula, yaitu sekolah umum yang sudah terjadwal. Namun, masyarakat berharap kondisi segera pulih agar aktivitas belajar tatap muka dan program MBG Lamongan bisa berjalan normal kembali. (rm)



