Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

TRANSPORMASI LAMONGAN: Bus Trans Jatim Tetap Nyaman Meski Tanpa Halte Mewah di Semua Titik Krusial!

RONGGOHADI, LAMONGAN—Setelah euforia promo gratis mereda, layanan Bus Trans Jatim Koridor VII kini memasuki fase normalisasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan memastikan, meskipun jumlah penumpang sudah kembali “membumi”—rata-rata 20 orang per bus dari kapasitas 25—evaluasi dan perbaikan fasilitas terus berjalan demi kenyamanan warga Lamongan.

Kabid Transportasi Dishub Lamongan, Tony Ariyanto, memberikan klarifikasi penting mengenai titik pemberhentian, khususnya mengapa tidak semua lokasi krusial dilengkapi halte mewah.

Bukan Pelit, Tapi Realistis: Tantangan Lahan Perkotaan

Warga sempat bertanya-tanya, mengapa titik-titik vital seperti di sisi selatan Gedung Pemkab Lamongan dan sepanjang Jalan Sunan Drajat hanya dipasang rambu pemberhentian, bukan halte fisik. Ternyata, ini adalah pertimbangan teknis dan estetika kota.

“Sebab terdapat beberapa lokasi yang tidak memungkinkan dipasang halte,” jelas Tony. Faktor lahan yang tidak memadai atau pertimbangan tata ruang kota menjadi alasannya.

Namun, kabar baiknya, di lokasi yang memang strategis dan memiliki lahan yang mumpuni, pembangunan halte tetap berjalan. Contohnya, di depan Sport Center Lamongan (SCL), halte akan segera berdiri megah. “Depan GOR Lamongan (SCL, Red) dibangun halte karena lahan mumpuni,” imbuhnya.

Solusi Cerdas 39 Titik Pemberhentian

Dishub tidak setengah hati. Total ada 39 titik pemberhentian yang dipersiapkan di Koridor VII ini. Bagi penumpang yang tidak kebagian halte fisik, mereka tetap dijamin kenyamanannya melalui manajemen waktu yang ketat.

Inilah kunci anti-menunggu lama dari Trans Jatim: Jadwal Keberangkatan Presisi!

Tony memastikan, jarak antara bus satu dengan bus berikutnya (waktu tunggu) hanya berselisih 25 menit, baik pagi maupun malam hari. Di setiap halte yang terpasang, jadwal melintas bus akan dipajang, menjamin penumpang bisa mengatur waktu perjalanan tanpa khawatir penumpukan.

“Untuk di terminal tentunya sudah ada tempat duduk. Mengingat di lokasi tersebut naik dan turunya penumpang,” pungkas Tony, memastikan titik-titik utama tetap memiliki fasilitas yang layak.

Dengan langkah ini, Trans Jatim Koridor VII Lamongan membuktikan diri sebagai solusi transportasi publik yang cerdas, adaptif terhadap kondisi lapangan, dan fokus pada efisiensi waktu tempuh penumpang. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles